Startup Agribisnis Diharapkan Sejahterakan Petani

Perusahaan rintisan (Pixabay)

Arah - Saat ini terdapat ratusan pelaku usaha agribisnis startup yang tengah berkembang di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan peluang pengembangan agribisnis startup di berbagai tahapan rantai pasok komoditas pertanian masih terbuka lebar sehingga mampu meminimalisir rantai pasok antara petani dengan konsumen.

"Fokusnya adalah bagaimana kita melakukan percepatan, pertumbuhan startup-startup di bidang agribisnis, khususnya bagi startup Indonesia sendiri yang ikut dalam kegiatan ini diharapkan mampu menyerap pengalaman startup dari luar negeri sehingga dapat cepat tumbuh dan berkembang," ujar Sekjen Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro dalam keterangannya, Senin (11/3/2019).

Kementan mendukung program pengembangan ekonomi digital khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi. Bekerja sama dengan The Asian Productivity Organization (APO) Jepang, Kementan menyelenggarakan Workshop dengan tema Accelerating Agribusiness Startups di Yogyakarta [ada 11-15 Maret 2019.

Kegiatan ini dihadiri peserta dari 16 negara yakni Bangladesh, Kamboja, Taiwan, India, Republik Islam Iran, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat serta tuan rumah Indonesia.

Pertemuan ini merupakan forum untuk saling bertukar informasi guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hal terkait dengan percepatan pengembangan UKM khususnya pada sektor pangan dan agribisnis startup.

Untuk menunjang digitalisasi pertanian, saat ini tengah dikembangkan 4 inisiatif digital pada sektor strategis pertanian. Pertama, pertanian presisi yakni meningkatkan produktivitas berbasis aplikasi digital.

Kedua, hub-digital pertanian yakni menggunakan platform digital untuk menghubungkan pelaku rantai pasok pertanian. Ketiga, keuangan mikro pertanian, yakni mengenalkan aplikasi digital keuangan mikro kepada pelaku sektor pertanian.

Baca Juga: arah.comnews Atasi Korupsi Vulgar, Penyidik KPK Harus Punya Spesialisasi
PR Besar Zidane Bangkitkan Real Madrid dari 'Kegelapan'

Keempat lelang pertanian digital yakni menggunakan aplikasi digital untuk lelang komoditas pertanian. Upaya ini dalam rangka mempersiapkan Indonesia sebagai Energy Digital Asia pada tahun 2020.

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja yang juga Head of NPO (National Productivity Organization) Indonesia Zuhri Bahri menyampaikan saat ini bermunculan startup yang membuat aplikasi jual beli produk pertanian, sharing informasi harga komoditas pertanian, hingga sharing informasi seputar pertanian di sektor budidaya.

"Kami menyebut ada 4 pilar dalam peningkatan produktivitas yakni perlunya mengefektifkan manajemen dan birokrasi, meningkatkan inovasi kreatifitas dan penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta budaya etos kerja produktif," kata Zuhri.

Berita Terkait

Gerai Jakmart Pasar Glodok Resmi diBuka Gerai Jakmart Pasar Glodok Resmi diBuka
Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...

#Kementan #Agribisnis #Startup #Pertanian #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar