Jumlah Korban Meninggal Banjir Bengkulu Bertambah

Ilustrasi banjir (Foter.com/ketmonkey)

Arah - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu bertambah. Hingga Minggu (28/4/2019) pukul 19.00 WIB, tercatat 17 orang meninggal, rinciannya 11 orang di Kabupaten Bengkulu Tengah serta masing-masing 3 orang di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang.

Sementara itu, 9 orang dilaporkan hilang, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Sebanyak 12.000 orang mengungsi di sejumlah lokasi dan 13.000 orang terdampak bencana. Sedangkan kerusakan fisik meliputi 184 rumah, 7 fasilitas pendidikan dan 40 titik sarana prasarana infrastruktur.

Untuk membantu operasional penanganan darurat, Kepala BNPB Doni Monardo telah menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp2,25 miliar kepada Gubernur Bengkulu. Selanjutnya dana siap pakai tersebut akan diberikan kepada BPBD kabupaten/kota sesuai tingkat kerusakan akibat bencana.

Kepala BNPB setibanya di Bengkulu mendapat penjelasan dari Gubernur Bengkulu terkait dampak dan penanganan bencana. Kepala BNPB telah memerintahkan Deputi Penanganan Darurat BNPB dan Deputi Logistik Peralatan BNPB untuk segera memenuhi kebutuhan darurat yang dibutuhkan.

"Bencana hidrometeorologi terus meningkat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan juga cukup besar sehingga mengganggu pertumbuhan pembangunan," ujar Doni dolansir situs BNPB.

Selain faktor alam yakni intensitas curah hujan yang meningkat, faktor antropogenik yakni ulah tangan manusia yang merusak alam dan lingkungan lebih dominan menyebabkan bencana hidrometeorologi meningkat.

Baca Juga: Semangat Warga Banyuasin Ikut Pemungutan Suara Ulang
Ini Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 1440H

Deforestasi, degradasi hutan dan lingkungan, berkurangnya kawasan resapan air, lahan kritis, tingginya kerentanan, tata ruang yang tidak mengindahkan peta rawan bencana dan lainnya telah menyebabkan semakin rentannya daerah-daerah terhadap banjir.

"Kita harus memulihkan alam. Merawat alam dan lingkungan. Jika alam seimbang maka siklus hidrologi juga akan seimbang. Kita jaga alam, alam jaga kita," kata Doni

Kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat adalah sulitnya menjangkau titik-titik banjir dan longsor. karena akses menuju lokasi terputus total. Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/Kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik terputus. Pendistribusian logistik terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor.

Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana.

Berita Terkait

Banjir Jakarta, 529 Jiwa Masih Mengungsi Banjir Jakarta, 529 Jiwa Masih Mengungsi
Banjir Bandang Sentani, 49 Korban Meninggal Telah Diidentifikasi Banjir Bandang Sentani, 49 Korban Meninggal Telah Diidentifikasi
Ini Penyebab Banjir Bandang di Sentani Ini Penyebab Banjir Bandang di Sentani

#Dampak Banjir #korban banjir #banjir bengkulu #BNPB #BPBD #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar