Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Ini Tanggapan Gojek dan Grab

Ilustrasi aplikasi di smartphone. (Pixabay)

Arah - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan masyarakat, peraturan terkait ojek online termasuk tata cara dan tarif mulai diberlakukan Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal aturan ini akan diterapkan di 5 kota mewakili 3 zona yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menhub Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat dan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat Yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

Dilansir situs Kemenhub, Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan penerapan tarif baru ojek online di 5 kota akan dievaluasi dalam seminggu ke depan untuk memperoleh masukan dari respons. Penentuan lima kota tersebut merupakan upaya mitigasi risiko dan mitigasi manajemen dalam penerapan regulasi.

”Artinya kalau di lima kota itu, kita lihat bagaimana dinamikanya. Kalau dinamikanya baik dan tidak ada reaksi langsung kita berlakukan,” jelas Menhub.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan, regulasi disusun dengan melibatkan berbagai unsur dari pemerintah, aplikator dan pengemudi. Dia berharap, selain menetapkan biaya jasa, regulasi tersebut dapat melindungi pengemudi terutama dari segi keselamatan dan kesejahteraan.

“Karena itu, kami mengimbau bahwa aturan ini kita jalankan dan diharapkan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat yang sudah berprofesi sebagai pengemudi ini bisa berjalan baik. “Saya kira ini yang terbaik dan mudah-mudahan responnya positif terutama ke masyarakat,” kata Budi.

Baca Juga: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Hingga 6 Mei
Tarif Baru Ojek Online Mulai Berlaku, Ini Daftar Lengkapnya

Terkait pemberlakukan tarif baru, dua perusahaan aplikasi Gojek dan Grab sepakat untuk mematuhinya. Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Indonesia Dyan Shinto Nugroho mengatakan pihaknya menyambut baik implementasi PM 12/2019 dan KP 348/2019.

“Aturan tersebut sangat kencang mengatur keselamatan dan Gojek mengedepankan keselamatan pengemudi maupun penumpang sebagai top prioritas kami. Selain itu, kami juga telah melengkapi fitur – fitur keselamatan di aplikasi seperti share your ride dan safety button,” katanya,

Dia menambahkan, Gojek juga telah melengkapai perlindungan asuransi bagi pengemudi dan penumpang yang dibayarkan Gojek.

Sementara, Ridzki Kramadibrata dari Grab Indonesia mengatakan beberapa masukan yang disampaikan pihaknya telah diadopsi dalam kedua regulasi terutama faktor keselamatan seperti penggunaan jaket, fitur keamanan, emergency button, share my rides, dan inovasi fitur verifikasi wajah pengemudi. “Kami berharap ke depannya inovasi-inovasi ini juga bisa diadopsi oleh industri,”lanjut Ridzki.

Berita Terkait

GoJek Ajak Pengemudi Online Ikut BPJS-TK GoJek Ajak Pengemudi Online Ikut BPJS-TK
Terbagi 3 Zona, Ini Tarif Ojek Online di Jabodetabek Terbagi 3 Zona, Ini Tarif Ojek Online di Jabodetabek
Grab  Keluhkan Aturan Tarif  Bawah Dari Pemerintah Grab Keluhkan Aturan Tarif Bawah Dari Pemerintah

#Tarif Ojek Online #Kemenhub #GoJek #Grab #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar