Ahli Pidana Anggap Berbohong Bukan Tindak Pidana

Ratna Sarumpaet (Dok.Arah.com/Dani Hermansyah)

Arah - Ahli pidana Mudzakir dihadirkan sebagai saksi ahli yang meringankan terdakwa Ratna Sarumpaet. Menurut Mudzakir, berbohong bukan sebagai tindak pidana.

"Berbohong itu bukan sebagai tindak pidana," ujarnya saat menjadi saksi ahli pidana dalam persidangan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2019).

Menurut dia, dalam hukum pidana, kebohongan dapat menjadi tindak pidana bila dihubungkan dengan tindakan-tindakan yang dilarang.

"Jadi, kebohongan di sini ranahnya etika, etika publik, moral, personality hidup, dan seterusnya," katanya.

Jika kebohongan itu dilanjut dengan tindakan permintaan maaf, lanjut Mudzakir, berarti masalah bisa dianggap selesai.

"Karena yang jadi korban kebohongan adalah dirinya sendiri. Reputasi seseorang karena dia bohong, sudah melalui risiko luar biasa dan sanksi yang luar biasa," lanjutnya.

Baca Juga: Ratna Sarumpaet Hadirkan 3 Saksi Meringankan
Eggi Sudjana Ditetapkan Sebagai Tersangka Makar

Dia mengatakan dari risiko dan sanksi yang luar biasa atas kebohongan tersebut, tidak perlu ditambah sanksi yang lain lagi.

"Jadi, permohonan maaf karena melakukan sebuah kebohongan tadi, menurut ahli sudah cukup untuk menyelesaikan perkara kebohongan tadi," pungkasnya.(ant)

Berita Terkait

Ratna Sarumpaet Hadirkan 3 Saksi Meringankan Ratna Sarumpaet Hadirkan 3 Saksi Meringankan
Wapres Buka Perdagangan Bursa Efek 2018 Wapres Buka Perdagangan Bursa Efek 2018
Ini Solusi untuk Mengurai Kemacetan di Jabodetabek Ini Solusi untuk Mengurai Kemacetan di Jabodetabek

#Ratna Sarumpaet #berita hoaks #berita bohong #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar