Ketika Rendang Jadi 'Bintang' di Tenda Ramadan London

Suasana acara buka puasa bersama Open Iftar yang diadakan Ramadan Tent Project dimana peserta buka puasa yang berjumlah tak kurang dari 400 orang mendapat suguhan menu masakan Indonesia yaitu berupa nasi putih berlauk rendang, mi goreng, capcay, dan tahu bumbu rujak yang diadakan di Tavistock Square, London, Jumat malam, (17/5).(Antara)

Arah - Ada yang tidak biasa di acara buka puasa Open Iftar yang diadakan Ramadan Tent Project di Tavistock Square, London, Jumat (17/5/2019). Sekitar 400 peserta buka puasa mendapat suguhan menu masakan Indonesia, nasi putih berlauk rendang, mi goreng, capcay, dan tahu bumbu rujak.

Konsep Open Iftar adalah buka puasa bersama di bawah tenda besar di pusat kota London. Rata-rata kegiatan ini dihadiri sekitar 250 orang setiap malam selama Ramadan, sebagian adalah Muslim dari berbagai negara.

“Jumlah peserta malam ini memecahkan rekor, lebih dari 400 orang hadir mengikuti acara buka puasa,” ujar Omar Salha, pendiri Ramadan Tent Project.

Jumlah peserta buka puasa Open Iftar di Tavistock Square setiap hari biasanya di kisaran 200-300 orang. Tapi dalam buka puasa hari Jumat malam peserta membludak. Banyak dari mereka yang tahu akan ada menu masakan Indonesia berkat cuitan yang diunggah anggota panitia beberapa hari sebelumnya.

“Terima kasih sudah menyediakan rendang. Sungguh lezat,” ujar Mokhar Mohammad yang hampir 20 tahun menetap di London.

“Enak sekali. Tak rugi saya mengajak beberapa rekan untuk datang di buka puasa hari ini,” kata Mohamad. Esat, warga London asal Turki.

Menurut Esat, rendang merupakan salah satu makanan lezat yang pernah dirasakannya.

“Kapan akan ada menu Indonesia di Open Iftar?” tanyanya.

Menu masakan Indonesia ini disediakan keluarga Indonesia di London bekerja sama dengan organisasi bantuan kemanusiaan Human Aid Initiative (HAI), warga Muslim Indonesia dan komunitas pengajian di London.

Direktur HAI Nurani Susilo kepada Antara London mengatakan ini untuk ketiga kalinya HAI dan warga serta komunitas pengajian Indonesia di London menyediakan rendang untuk peserta Open Iftar.

“Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk lebih mengenalkan Indonesia di forum lintas agama dan lintas negara di London,” kata Nurani.

HAI adalah charity (organisasi sosial) yang didirikan warga Indonesia di Inggris dan sejak 2017 sudah terdaftar resmi di Charity Commission, payung resmi organisasi-organisasi sosial di Inggris.

Pada bulan Ramadan kali ini HAI mengadakan program bantuan Food aid dan Iftar di beberapa wilayah yang terkena dampak bencana di Indonesia dan di kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazaar, Bangladesh.

Ramadan Tent Project menyelenggarakan buka puasa bersama sejak tahun 2013. Di awal berdirinya, hanya ada sekitar 50 orang, kebanyakan mahasiswa. Kini, buka puasa dihadiri tidak kurang dari 70.000 tamu. Selain itu, acara serupa telah melebar hingga ke berbagai kota di Inggris seperti Birmingham, Manchester dan juga ke Portland di Amerika Serikat dan Istanbul di Turki.

Acara dimulai dengan materi singkat pembicara yang berganti setiap malam. Para pembicara ini merupakan tokoh Muslim dan perwakilan berbagai organisasi di Inggris. Setelah berbuka puasa dengan kurma, air putih dan makanan kecil, acara dilanjutkan Salat Magrib berjamaah dan diakhiri dengan makan malam.

Nama-nama terkenal pernah menjadi pembicara di Open Iftar, mulai Wali Kota London Sadiq Khan, cendekiawan Muslim Tariq Ramadan, pemain Liga Primer, hingga aktivis dan politisi.

Baca Juga: Cerita Ayudia Bing Slamet Siapkan Menu Sahur dan Buka Puasa
Tahun Ini Dewi Sandra Jalani Ramadan dengan Cara Berbeda

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lokasi Open Iftar 2019 untuk sepuluh hari terakhir akan berpindah-pindah di antaranya di kompleks Westminster Abbey, pelataran Stadion Wembley, dan lapangan terkenal di London, Trafalgar Square.

Omar Salha mengatakan Open Iftar untuk membuka dialog antarumat beragama di London.

“Semuanya boleh datang untuk duduk bersama dan berdiskusi tentang apa saja,” katanya.

Ia menjelaskan slogan organisasi yang ia pimpin adalah turning strangers into friends atau mengubah orang asing menjadi kawan.

“Dan saya senang, prakarsa saya dan kawan-kawan ini mendapat sambutan hangat,” demikian Omar Salha.

Berita Terkait

Indonesia Siap Dukung Proses Deradikalisasi di Marawi Indonesia Siap Dukung Proses Deradikalisasi di Marawi
Pemprov DKI Terus Sempurnakan Penataan Kawasan Tanah Abang Pemprov DKI Terus Sempurnakan Penataan Kawasan Tanah Abang
Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara

#Ramadan #Buka Puasa Bersama #London #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar