Krisis Politik Sudan, PM Ethiopia Bertemu Oposisi dan Militer

Dok.Rakyat Sudan tetap menggelar protes di jalan guna menuntut Dewan Peralihan Militer (MTC) menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil. (Anadolu Agency)

Arah - Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengadakan pembicaraan terpisah dengan pemimpin militer dan oposisi di Khartoum pada Jumat. Hal ini sebagai upaya meredakan krisis politik yang terjadi setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir.

Prakarsa Ethiopia diambil setelah terjadi pertumpahan darah di Sudan sejak Bashir digulingkan militer pada April lalu. Unjuk rasa berlangsung selama empat bulan menentang pemerintahan Bashir yang represif.

Kelompok oposisi mengatakan 113 orang tewas dalam penyerbuan kamp protes warga sipil pada Senin dan kemudian terjadi penindakan keras terhadap pengunjuk rasa. Pemerintah menyebutkan sedikitnya 61 orang tewas, termasuk tiga personel keamanan.

Di bandara Khartoum, PM Abiy disambut Letnan Jenderal Shams El Din Kabbashi, juru bicara Dewan Militer Transisi yang memerintah Sudan. Abiy kemudian mengadakan pertemuan di kedutaan besar Ethiopia dengan aliansi Deklarasi Kekuatan Kebebasan dan Perubahan yang beroposisi.

"Dia menyatakan komitmen Ethiopia untuk memelihara perdamaian di kawasan dan menggarisbawahi bahwa prasyarat bagi pemulihan perdamaian di Sudan ialah persatuan," kata kantor Abiy.

Kedua pihak di Sudan sudah berunding selama beberapa pekan mengenai siapa yang seharusnya memimpin transisi menuju demokrasi. Tetapi perundingan-perundingan yang sudah goyah menemui jalan buntu setelah tindakan keras diambil pekan ini.

Baca Juga: Inggris Kecam Permukiman Tidak Sah Israel di Yerusalem Timur
Konflik Berlanjut, Polisi Israel Tembak Mati Tiga Warga Palestina

Abiy yang naik ke tampuk kekuasaan di Ethiopia tahun lalu dan memberlakukan reformasi politik-ekonomi, mendapatkan pujian atas kemampuan diplomasinya, termasuk mengupayakan perdamaian dengan Eriteria, tetangganya dan musuh lama.

Uni Afrika pada Kamis menangguhkan keanggotaan Sudan hingga pemulihan pemerintahan sipil, meningkatkan tekanan global atas para pemimpin militer agar mundur. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa pemerintahan juga mengutuk pertumpahan darah itu.(Reuters/Antara)

Berita Terkait

Asian Games : Bhin-bhin, Atung, Ika Mulai Menyapa Asian Games : Bhin-bhin, Atung, Ika Mulai Menyapa
DKI Jakarta Luncurkan Sistem Jakarta Satu DKI Jakarta Luncurkan Sistem Jakarta Satu
Indonesia Raih Perak Dari Olimpiade Robot Internasional Indonesia Raih Perak Dari Olimpiade Robot Internasional

#Kudeta Militer #Sudan #konflik #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar