Komitmen Inggris Wujudkan Nol Emisi

Ilustrasi emisi (Pixabay)

Arah - Pemerintah Inggris mengumumkan komitmennya untuk mencapai batas nol emisi gas rumah kaca pada 2050 untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas udara dan keanekaragaman hayati.

Keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Sabtu menyebutkan komitmen itu dinyatakan melalui Undang Undang yang ditetapkan pekan ini. Dengan UU tersebut menempatkan Inggris sebagai salah satu negara ekonomi besar pertama yang menetapkan target nol emisi. 

Selanjutnya, Youth Steering Group akan memberikan masukan kepada Pemerintah Inggris tentang kebijakan perubahan iklim dan lingkungan. Instrumen hukum untuk mengimplementasikan hal itu dipaparkan di Parlemen Inggris pada 12 Juni lalu.

Instrumen hukum itu akan mengamandemen Undang-Undang Perubahan Iklim 2008. Atas saran dari para ahli independen di Komite Perubahan Iklim, Perdana Menteri Inggris Theresa May dijadwalkan bertemu dengan para siswa jurusan sains dan tehnik guna membahas target untuk meraih nil emisi itu.

Pemerintah Inggris menilai langkah lebih jauh diperlukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Komite Perubahan Iklim Inggris memprediksi manfaat signifikan bagi kesehatan masyarakat, termasuk penghematan biaya kesehatan dari National Health Services (NHS), dengan pencapaian kualitas udara yang lebih baik, polusi suara yang lebih minim serta peningkatan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: MK Tegaskan Tak Ada Ancaman terhadap Hakim Konstitusi
BPS: Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali Turun 7,83 Persen

Langkah itu dapat menjadikan Inggris sebagai negara G20 pertama yang membuat undang-undang untuk emisi bersih nol. Negara-negara ekonomi besar lainnya diharapkan mengikuti jejak Inggris mengingat upaya meraih nol emisi sangat penting.

"Kita sedang berada dalam bencana iklim dan perlu mengambil langkah yang radikal atau kita - dan planet ini - akan menghadapi malapetaka yang tidak akan bisa diperbaiki," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik.

"Jika dunia tidak bertindak sekarang, perubahan iklim dapat menyebabkan 100 juta orang lagi jatuh ke dalam jurang kemiskinan ekstrem pada 2030, dan sebanyak 720 juta pada 2050," lanjut Dubes Moazzam.


Berita Terkait

Inggris Akui KPK Sangat Tangguh Dalam Memberantas Korupsi Inggris Akui KPK Sangat Tangguh Dalam Memberantas Korupsi
Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan Pengacara Lengkapi Berkas Gugatan Cerai Ahok di Pengadilan
Cium Aroma Adu Domba, Rizieq Sebut Umat Islam Difitnah Anti NKRI Cium Aroma Adu Domba, Rizieq Sebut Umat Islam Difitnah Anti NKRI

#uji emisi #Inggris #Ramah Lingkungan #pemanasan global #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar