Politisi Senior Demokrat Prihatin Perolehan Suara Pileg Turun

Logo Partai Demokrat. (Foto: Wikipedia)

Arah - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok membantah para senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong DPP Partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut dia, apa yang disampaikan GMPPD adalah bentuk keprihatinan terhadap kondisi internal Demokrat.

"Sebenarnya tidak ada desakan untuk KLB ya, namun ini bentuk keprihatinan kami sebagai senior Demokrat atas kondisi internal partai," ujar Achmad Mubarok kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan keprihatinan tersebut terkait semakin menurunnya perolehan suara Demokrat pada Pemilu 2019. Dia mencontohkan pada Pemilu 2014, Demokrat memperoleh 10,9 persen kemudian turun menjadi 7,7 persen pada Pemilu 2019.

Menurut dia, setelah dianalisa penyebabnya karena Demokrat telah menyimpang dari fitrah awal partai yaitu sebagai partai nasionalis terbuka, ideologi nasionalis religius, politik yang dijalankan cerdas, bersih dan santun.

"Demokrat sering menyimpang dari kesantunan dengan menggunakan bahasa kasar. Terkadang tidak cerdas, karena itu kami ingin kembali fitrah Demokrat sehingga menjadi partai terbuka, nasionalis, religius, berpolitik cerdas dan santun," katanya.

Mubarok mengkritisi di internal Demokrat beberapa kader yang baru masuk bersuara mengatasnamakan parpol misalnya Demokrat ingin keluar dari koalisi, padahal keluar ataupun masuk koalisi ditentukan dalam mekanisme internal.

Dia juga menilai pernyataan kader Demokrat yang mengusulkan pembubaran koalisi justru menyebabkan partainya diledek parpol lain sehingga menurunkan marwah partai.

"Segelintir kader tidak paham marwah partai, kita ingin bawa kesadaran kembali ke khitah sebagai parpol yang bersih cerdas dan santun," katanya.

Sebelumnya, senior Partai Demokrat yang tergabung dalam GMPPD mengkritisi kondisi internal Demokrat dan mendorong DPP Partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa paling lambat pada 9 September 2019.

Politisi senior Demokrat yang tergabung dalam gerakan ini, antara lain Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, pendiri Demokrat Ahmad Mubarok, dan tokoh senior lain seperti Ahmad Jaya dan Ishak.

Baca Juga: MK Tegaskan Tak Ada Ancaman terhadap Hakim Konstitusi
Berkas Perkara Sofyan Basir Dilimpahkan ke Pengadilan

Salah satu yang dikritisi adalah hasil Pemilu Legislatif 2019, Demokrat memperoleh suara 7,7 persen. Meski lolos ambang batas parlemen, perolehan tersebut menempatkan Demokrat di posisi urutan terendah sejak Partai Demokrat menjadi peserta Pemilu 2004.

Terkait kondisi ini, GMPPD menilai diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader membangkitkan semangat dan langkah bersama mengembalikan marwah dan kejayaan Partai Demokrat.

Berita Terkait

Perolehan Kursi Turun, Demokrat Terima Hasil Pemilu 2019 Perolehan Kursi Turun, Demokrat Terima Hasil Pemilu 2019
Demokrat Pastikan Tak Ikut Aksi 22 Mei Demokrat Pastikan Tak Ikut Aksi 22 Mei
Politikus Demokrat Dorong KLB untuk Selamatkan Partai Politikus Demokrat Dorong KLB untuk Selamatkan Partai

#Partai Demokrat #Pemilu 2019 #Kongres Luar Biasa #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar