Dua Kubu Berharap MK Memutus Perkara dengan Seadil-adilnya

Mahkamah Konstitusi (mahkamahkonstitusi.go.id)

Arah - Sebelum Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman menutup sidang pemeriksaan perkara sengkata pilpres 2019 di MK, dua tim hukum pasangan calon diberi kesempatan untuk menyampaikan pernyataan penutup. Pernyataan penutup disampaikan ketua tim hukum dari kedua kubu.

Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) berharap sidang sengjeta Pilpres dapat mewujudkan keadilan. Karena, lanjut BW, pihaknya meyakini semua pihak ingin mewujudkan keadilan.

"Pak Ketua mohon maaf, satu menit saja. Bagian terakhir begini, Pak Ketua. Kami tahu semua yang hadir di sini berkehendak mewujudkan keadilan. Dari pihak kami, pihak termohon, pihak terkait Bawaslu dan 01. Semua berkehendak mewujudkan keadilan bagi bangsa ini jauh lebih dahsyat," ujar BW di ruang sidang gedung MK, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Dia meminta meminta waktu agar anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Zulfadli dapat membacakan Surat An-Nisa ayat 135 yang terpampang di depan gedung MK. Menurut BW, An-Nisa 135 adalah salah satu surat yang ingin menegakkan keadilan.

Baca Juga: Tak Hadirkan Saksi, Ketua Tim Hukum Prabowo Sebut KPU Sombong
Bambang Widjojanto Kembali Hadiri Sidang Sengketa Pilpres

Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra juga meminta kepada MK untuk mengambil putusan yang seadil-adilnya. Yusril juga menyampaikan terima kasih mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk memaparkan argumen maupun bukti dalam persidangan.

"Persidangan ini disaksikan berjuta-juta rakyat Indonesia dan kami sungguh bersyukur ke hadirat Allah, para pihak dalam persidangan telah diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan segala bukti, argumen, sanggahan, dan lain-lain," kata Yusril

Yusril juga menyinggung Surat An-Nisa ayat 135 yang terpampang di ruang sidang. Menurut dia, surat itu juga dikutip tim kuasa hukum dalam halaman pertama dari jawaban sebagai pihak terkait.

"Mudah-mudahan ayat itu menjadi pedoman bagi majelis hakim yang mulia, bagi kita semua, persidangan ini berlangsung dengan jujur, fair, dan adil, dan mahkamah akan memberikan putusan yang seadil-adilnya dan apa pun putusan mahkamah akan kita hormati dan kita terima dengan baik," kata Yusril.

Berita Terkait

Menunggu Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Menunggu Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres 2019
Jelang Sidang MK, Kapolda Jabar Imbau Warga Tak ke Jakarta       Jelang Sidang MK, Kapolda Jabar Imbau Warga Tak ke Jakarta
Saksi Kubu Prabowo Paparkan Temuan 17 ,5 Juta DPT Invalid Saksi Kubu Prabowo Paparkan Temuan 17 ,5 Juta DPT Invalid

#sengketa pemilu #pilpres 2019 #Mahkamah Konstitusi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar