Kemenkeu Temukan Pelanggaran dalam Laporan Keuangan Garuda

Ilustrasi Garuda Indonesia (wikimedia)

Arah - Kementerian Keuangan menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan audit laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018. Audit laporan keuangan Garuda dilakukan Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan.

"Kami menemukan pelaksanaan audit itu terutama satu isu menjadi perhatian bersama telah diyakini terdapat pelanggaran yang dilakukan auditor dari KAP (kantor akuntan publik), yang berpengaruh terhadap opini laporan audit independen," ujar Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto dalam konpers di Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Karena itu, tim Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) memutuskan untuk membekukan izin Akuntan Publik Khasner Sirumapea selama 12 bulan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sedangkan, Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan mendapatkan peringatan tertulis.

"Lalu kami juga sudah memberikan peringatan tertulis serta kewajiban perbaikan sistem pengendalian mutu, surat peringatan S20/MK.1.PPPK/2019 tanggal 26 Juni ditujukan KAP Sutanto," kata Hediyanto.

Sementera itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi terhadap Garuda Indonesia sebagai emiten, direksi, dan komisaris secara kolektif. Untuk Garuda Indonesia sebagai emiten dikenakan denda Rp100 juta.

"Direksi yang tanda tangan laporan keuangan dikenakan masing-masing Rp100 juta. Ketiga, secara kolektif direksi dan Komisaris minus yang tidak tanda tangan, dikenakan kolektif Rp100 juta jadi tanggung renteng," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fahri Hilmi dalam konpers di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

OJK meminta Garuda Indonesia menyajikan lagi (restatement) laporan keuangan tahun buku 2018. Penyerahan laporan keuangan yang telah diperbaiki paling lambat 14 hari setelah hari ini.

"Lebih kepada emitennya dan disajikan kembali paling lambat 14 hari," kata Fahri.

Kemenkeu dan OJK berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan integritas sistem keuangan dan kualitas profesi keuangan, khususnya profesi AP. Profesi ini berperan sebagai penjaga kualitas pelaporan keuangan yang digunakan publik/(stakeholders) sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Baca Juga: OJK Umumkan Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Hari Ini
Jokowi Dapat Jersey Nomor 10, Presiden Argentina Dapat Bola

Sebelumnya pada 24 April 2019 muncul dugaan kejanggalan pada laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018. Kejanggalan itu terkait kerja sama Garuda Indonesia dengan PT Mahata Aero Terknologi yang nilainya 239,94 juta dolar AS atau sekitar Rp2,98 triliun.

Dana yang masih berupa piutang itu diakui Manajemen Garuda Indonesia sebagai pendapatan sehingga laporan keuangannya meraih laba bersih 809,85 ribu atau setara Rp11,33 miliar (kurs Rp 14.000). Dua komisaris BUMN penerbangan itu keberatan dengan pengakuan pendapatan atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT Mahata Aero Teknologi dan Citilink Indonesia karena tidak sesuai dengan kaidah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) nomor 23.

Berita Terkait

OJK Umumkan Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Hari Ini OJK Umumkan Hasil Audit Laporan Keuangan Garuda Hari Ini
BNI-Garuda Travel Fair Target Transaksi Rp8 Miliar BNI-Garuda Travel Fair Target Transaksi Rp8 Miliar
BMKG: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim  BMKG: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim

#Kemenkeu #Garuda Indonesia #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar