Industri Ponsel Dalam Negeri Tumbuh dalam 5 Tahun Terakhir

Ilustrasi aplikasi di smartphone. (Pixabay)

Arah - Industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat dalam lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah memacu pengembangan sektor telekomunikasi dan informatika (telematika).

“Meningkatnya produksi ponsel di Indonesia, antara lain karena penciptaan iklim usaha yang kondusif serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal sehingga lebih banyak memberi nilai tambah,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kemenperin mencatat, pada tahun 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai 3 miliar dolar AS. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal. Akhirnya, pemerintah mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produtivitas di dalam negeri.

Hasilnya, pada 2014, impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60 juta unit. Sementara produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.

Pada tahun 2015, produk impor merosot hingga 40 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai 2,3 miliar dolar AS. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri meningkat 700 persen dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Murah Mulai Berlaku 11 Juli 2019
Waspadai Penipuan Lelang Online, Kenali Modusnya

Tahun 2016, produk impor ponsel kembali turun sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai 775 juta dolar AS. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat 36 persen dari tahun 2015, menjadi 68 juta unit.

“Dan, tahun 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya merek lokal,” ungkap Menperin.

Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas

Berita Terkait

Menperin Yakin Industri Otomotif Indonesia Tumbuh Pesat Menperin Yakin Industri Otomotif Indonesia Tumbuh Pesat
Ini Kata Menperin  Soal Tenaga Kerja Asing yang  Boleh Masuk Ini Kata Menperin Soal Tenaga Kerja Asing yang Boleh Masuk
Peluang Indonesia Hadapi Era Ekonomi Digital Peluang Indonesia Hadapi Era Ekonomi Digital

#Kemenperin #Airlangga Hartarto #ponsel #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar