Sukses Bangun Startup Triliunan Setelah Perjalanan Merepotkan

Ilustrasi startup (Pixabay)

Arah - Saat pertama kali diluncurkan pada September 2014, mungkin tidak banyak yang menyangka 'Klook' akan menjadi sebesar sekarang. Klook merupakan paltform online yang memudahkan pengguna menemukan, memesan, dan membayar online untuk aktivitas, tur, transportasi, dan tiket untuk atraksi.

Aplikasi seluler Klook yang merupakan singkatan dari "keep looking," dirilis pada Maret 2015 yang kemudian ditampilkan di toko iTunes Apple di 14 negara dan wilayah di Asia. Eric Gnock Fah dan Ethan Lin adalah dua nama di balik kesuksesan Klook.

Dua mantan bankir investasi atau investment bankir di Hong Kong yang kini menjadi CEO dan CEO Klook bisa dibilang berani ketika memutuskan terjun ke bisnis startup jasa pariwisata berbasis digital.

Dikutip dari Forbes, Kamis (18/7/2019), ide bisnis itu muncul setelah keduanya mengalami perjalanan kurang menyenangkan di Nepal pada 2013. Keduanya merasa repot karena harus membayar semua transaksi secara tunai.

Salah satunya perusahaan penyedia tur paralayang yang tidak menerima kartu kredit maupun pembayaran digital sehingga mengharuskan mereka membawa uang dalam jumlah besar selama perjalanan.

"Meski kami telah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pencarian, tidak ada tombol ajaib yang membuat transaksi lebih mudah dan tidak repot," ujar Gnock Fah.

Dari pengalaman itu, Gnock Fah, Lin bersama ahli IT Bernie Xiaokang Xiong membuat platform online, Klook. Dengan Klook, para travellers dapat memesan dan membayar kegiatan dengan mudah. Pemesanan yang tidak bisa dilakukan adalah kamar, penerbangan dan hotel.

Baca Juga: Ikuti Google Maps, 100 Kendaraan Terjebak di Jalan Tanah
Cara Hellobike Tetap Bertahan di Bisnis Persewaan Sepeda Online

Klook telah berkembang dengan memiliki lebih dari 1.000 karyawan di 20 tempat dan menawarkan lebih dari 100.000 kegiatan dan layanan perjalanan dari lebih dari 10.000 vendor di 300 kota. Setiap bulannya situs web Klook dikunjungi 30 juta orang.

Perusahaan telah menarik lebih dari 521 juta dolar AS dari investor. Terbaru, mereka mendapat kucuran 225 juta dolar AS dari SoftBank Vision Fund pada April 2019 yang membuat nilai perusahaan menjadi lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,2 triliun (kurs Rp 14.200/dolar AS).

Kesuksesan itu mengantarkan Gnock Fah ke daftar daftar Forbes' 30 Under 30 Asia List In 2017. 

Berita Terkait

Dukung Komunitas Start Up, Google dan KIBAR Resmikan Markas Baru Dukung Komunitas Start Up, Google dan KIBAR Resmikan Markas Baru
Pameran InaWeek di Shanghai Promosikan Asian Games 2018 Pameran InaWeek di Shanghai Promosikan Asian Games 2018
E-Volunteer Pertemukan EO dengan Pencari Kerja E-Volunteer Pertemukan EO dengan Pencari Kerja

#Startup #Aplikasi #Pariwisata #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar