Hancurkan Permukiman Palestina, DK PBB Didesak Beri Sanksi Israel

Ilustrasi warga Palestina (Pixabay)

Arah -Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras tindakan Israel yang menghancurkan permukiman Palestina di Tepi Barat yang terjadi pada 22 Juli 2019. Dia mendesak Pemerintah Indonesia dapat berperan aktif melalui keanggotaannya di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mendesak lembaga tersebut memberi sanksi kepada Israel.

“Israel telah melecehkan dunia, tindakannya ini secara sengaja melanggar Resolusi DK PBB No. 2334 Tahun 2016. Bahkan ini masuk kategori kejahatan kemanusiaan (crime against humanity), salah satu tindak kejahatan HAM berat," ujar Sukamta dalam pernyataan tertulis, Kamis (25/7/2019).

Alasan keamanan yang menjadi dalih Israel untuk menghancurkan permukiman Palestina, menurut Sukamta hanya akal-akalan yang sebenarnya ingin memperluas wilayah permukiman ilegal di Wilayah Otoritas Palestina. Sebagaimana diketahui permukiman ilegal Israel di Yerusalem Timur bertambah semakin banyak dari sekitar 110 ribu pada 1993 menjadi 620 ribu pada 2017.

Sukamta meminta Pemerintah Indonesia yang saat ini menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk segera mendorong lembaga tersebut mengambil langkah-langkah konkret menghentikan tindakan Israel dan memberikan sanksi atas tindakan yang melanggar resolusi. Selanjutnya DK PBB perlu menekan pihak Israel untuk tidak lagi menggunakan senjata dan juga melakukan tindakan penghacuran permukiman Palestina.

Baca Juga: Akankah Konferensi Palestina Versi AS Sukses Wujudkan Perdamaian?
Dubes Hasan Kleib Dianugerahi Tanda Jasa Presiden Palestina

Posisi Indonesia di DK PBB, diharapkan politisi PKS itu bisa mendorong dunia internasional lebih kuat memberikan perhatian kepada persoalan Palestina yang telah berlarut-larut selama puluhan tahun. Tekanan dunia internasional juga perlu ditujukan kepada Amerika Serikat yang selama ini selalu ada di belakang Israel.

“Saya kira di balik sikap arogan Israel karena ada Amerika Serikat yang mem-backup. Termasuk sikap Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sikap AS ini telah menjauhkan upaya jalan damai di Palestina. Harus ada upaya ekstra keras Wakil Indonesia untuk menggalang dukungan DK-PBB dan dunia Internasional," pungkasnya. 

Berita Terkait

Israel Sahkan UU Pembangunan 3.850 Rumah Yahudi di Palestina Israel Sahkan UU Pembangunan 3.850 Rumah Yahudi di Palestina
Palestina Sambut Dukungan Dunia Dalam Pemungutan Suara  Yerusalem Palestina Sambut Dukungan Dunia Dalam Pemungutan Suara Yerusalem
Obama Sampaikan Keprihatinan Soal Perluasan Permukiman Yahudi Obama Sampaikan Keprihatinan Soal Perluasan Permukiman Yahudi

#Israel-Palestina #Permukiman Yahudi #Permukiman Tepi Barat #PBB #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar