Haji Mabrur Wujudkan Kepedulian Sosial dan Tebarkan Kedamaian

Naib Amirul Hajj KH Bunyamin Ruhayat (Foto:Kemenag)

Arah - Setiap jemaah haji tentu ingin menjadi haji mabrur. Naib Amirul Hajj KH Bunyamin Ruhayat mengatakan bila ingin mendapat haji mabrur dengan balasan surga, jemaah harus mewujudkan kepedulian sosial, dan menebarkan kedamaian di tengah masyarakat setelah kembali ke tanah air.

Dalam khotbah wukuf yang disampaikan di Arafah, dia berharap para jemaah haji sekembalinya ke tanah air, dapat menjadi duta perdamaian dan kepedulian sosial, yang akan melakukan perubahan dalam masyarakat ke arah lebih baik.

KH Bunyamin seperti dikutip dari kemenag.go.id, mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibadah haji yang dilaksanakan menjadi mabrur.

"Tidak seorang pun tahu secara pasti, apakah mabrur atau tidak hajinya. Itu prerogatif Allah. Kita hanya bisa mengenali kemabruran haji melalui tanda-tandanya," jelasnya.

Ketika ditanya tanda-tanda haji mabrur, Rasulullah SAW menjawabnya dengan dua hal yakni memberi makan orang miskin, dan menebar salam.

"Memberi makan fakir miskin adalah simbol kepedulian, dan menebar salam adalah simbol kedamaian," imbuhnya.

KH Bunyamin juga menerangkan cara memperoleh haji mabrur adalah berhaji dengan dilandasi niat karena Allah semata.

"Meski dalam berhaji diperkenankan melakukan aktifitas lain, seperti berdagang atau mencari manfaat dunia lainnya, tetapi tujuan utama berhaji adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridaan-Nya," katanya.

Baca Juga: Ini Sosok Orang Pertama yang Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
Ini Doa yang Dipanjatkan Rasulullah SAW Saat Makan Sahur

Naib Amirul Hajj juga menyampaikan para jemaah haji yang dapat memperoleh predikat haji mabrur adalah mereka yang mengeluarkan biaya haji dari sumber yang halal.

Sedangkan cara selanjutnya agar memperoleh predikat haji mabrur adalah melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat Rasulullah SAW.

"Beliaulah yang pertama kali diperintahkan berhaji dengan tatacara (manasik) yang ditetapkan-Nya. Dalam perjalanannya, ibadah haji mengalami banyak penyimpangan. Sampai pada akhirnya Allah mengutus Nabi Muhammad SAW," pungkasnya.

Berita Terkait

Tenda Arafah Ber-AC untuk Kenyamanan dan Kesehatan Jemaah Haji   Tenda Arafah Ber-AC untuk Kenyamanan dan Kesehatan Jemaah Haji
Hadapi Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Siapkan Stamina Fisik Hadapi Puncak Haji, Jemaah Diingatkan Siapkan Stamina Fisik
Jelang Wukuf, Menag Ingatkan PPIH Jalankan Formula 5-5-3 Jelang Wukuf, Menag Ingatkan PPIH Jalankan Formula 5-5-3

#Jemaah Haji #Ibadah Haji #Wukuf di Arafah #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar