Kunjungan Wisman ke Jateng dan DIY Ditargetkan 2 Juta Orang

Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 2 juta wisatawan pada 2020. (Foto:Kemenpar)

Arah - Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Tengah dan Yogyakarta mencapai 2 juta wisatawan pada 2020. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan untuk mewujudkan itu perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas.

“Untuk atraksi saya tidak khawatir, kawasan ini tidak kalah dengan Bali. Kalau membangun destinasi wisata seperti Nusa Dua perlu waktu panjang. Nomadic Tourism seperti ini sesuatu yang cepat dan langsung terlihat dampaknya,” ujar Menpar.

Faktor penentu keberhasilan selanjutanya, kata Menpar, adalah akses. Bandara Adisutjipto Yogyakarta sudah overload. Kapasitas hanya 1,5 juta, sedangkan load factornya 6 juta atau 4 kali lipat sehingga ini menjadi masalah.

“Wisatawan mancangera paling banyak mengunakan transportasi udara. Untuk itu besok saya meninjau juga Yogyakarta Internasional Airport, agar target 2 juta wisman bisa terealisasi. Sehingga bisa mendatangkan devisa sekitar 2 miliar dolar AS beredar di Yogyakarta dan Jawa Tengah atau sekitar Rp30 triliun. Revenuenya akan lebih banyak ke masyarakat,” kata Menpar.

Pemerintah memberikan anggaran tambahan Rp6,4 triliun untuk lima destinasi super prioritas dimana kawasan sekitar Borobudur memperoleh Rp1,5 triliun untuk pengembangan infrastruktur dasar pada 2020.

“Tahun lalu, Kementerian PUPR menganggarkan untuk sektor pariwsata di Borobudur Rp300 miliar. Lalu pada 2020 naik 5 kali lipat. Untuk itu Pemerintah daerah harus memanfaatkan dengan baik. Targetnya infrastruktur dan utilitas dasar harus selesai 2020,” ungkap Menpar.

Dalam kunjungan kerja ke Glamping D'Loano di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019), Menpar didampingi, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Hiramsyah S Thahib, Deputi Pengembangan Destinasi Kemenpar Dadang Rizki Ratman, serta jajaran Pemerintah Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Baca Juga: Kemenpar Terapkan Konsep Tourism 4.0 untuk Milenial
Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Paling Banyak dari Malaysia

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita mengatakan di Glamping atau Glamorous Camping, wisatawan tidak perlu repot menyiapkan peralatan memasak sendiri. Segala kemewahan penginapan ditemukan tanpa kehilangan sensasi berkemah.

“Di sini nanti yang akan kita bangun pameran nomadic, ada rumah pohon sama homepod jadi itu tipe-tipe nomadic tourism, terus kami juga akan bikin green house yang bisa memproduksi anggrek khas menoreh," kata Indah.

Berita Terkait

Penerbangan Langsung Perth-Lombok Dibuka 9 Juni 2019 Penerbangan Langsung Perth-Lombok Dibuka 9 Juni 2019
Pemandu Wisata Diminta Perbanyak Penguasaan Bahasa Asing Pemandu Wisata Diminta Perbanyak Penguasaan Bahasa Asing
Target Kunjungan Wisman 2017 Tak Tercapai, Apa Penyebabnya? Target Kunjungan Wisman 2017 Tak Tercapai, Apa Penyebabnya?

#kemenpar #kunjungan wisatawan #wisata #Wisatawan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar