Tiga WNI Tewas Akibat Jembatan Runtuh di Taiwan

Ilustrasi Kematian Manusia

Arah - Tiga WNI Meninggal Akibat Runtuhnya Jembatan di Taiwan. Tim penyelamat menemukan satu lagi jenazah korban runtuhnya jembatan di pelabuhan Nanfang’ao di wilayah Yilan, pantai timur Taiwan, Kamis (03/10).

Jenazah tersebut diidentifikasi sebagai WNI yang berprofesi sebagai pekerja kapal. Jenazah yang ditemukan tersebut adalah WNI Indonesia yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Selain jenazah WNI tersebut, tim penyelamat juga menemukan satu korban warga negara Filipina. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian di sekitar TKP.

Peristiwa tragis yang terjadi Selasa pagi tersebut total menelan tiga korban jiwa WNI dan tiga korban jiwa asal Filipina, serta 12 korban luka-luka, menurut pihak Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan.

Dilansir dari channelnewsasia, Otoritas terkait telah memulai investigasi terkait runtuhnya jembatan. Mereka juga mengumumkan bahwa keluarga korban akan menerima uang kompensasi sebesar 5 juta dolar NT atau setara lebih dari 2 milyar Rupiah.

Kabel Yang Lepas

Rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik dramatis runtuhnya jembatan berstruktur lengkung tunggal tersebut. Terlihat sebuah kabel vertikal yang berada di tengah busur baja jembatan tiba-tiba terlepas.

Jembatan langsung jatuh ke air dan menghancurkan tiga kapal penangkap ikan yang berada di bawahnya dan sebuah tanker minyak yang sedang melintas. Tanker tersebut kemudian meledak dan terbakar.

Senin malam, Taiwan memang dilanda topan yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang bertiup ke beberapa bagian pantai timur.

Namun saat jembatan runtuh, cuaca dalam keadaan cerah.

Jembatan yang membentang di atas sebuah pelabuhan perikanan itu selesai dibangun pada tahun 1998. Taiwan memang dikenal denganindustri perikanan dengan banyak pekerja kapal yang berasal dari
beragam negara seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Kebanyakan para pekerja migran tersebut bekerja dengan upah rendah.

Dukungan Kementerian Luar Negeri

Berita meninggalnya tiga WNI sudah dikonfirmasi langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi. Menlu juga menegaskan bahwa Indonesian Economic and Trace Office (IETO) Taiwan akan
mengurus kepentingan korban karena mereka adalah pekerja resmi.

Kementerian Luar Negeri bersama IETO akan mendampingi keluarga korban menjalani berbagai proses mulai dari pemulangan jenazah ke Indonesia hingga pembayaran kompensasi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Joedha Nugraha menambahkan adanya empat WNI yang terluka dalam insiden tersebut. Semua pekerja migran asal Indonesia
merupakan kru resmi kapal ikan berbendera Taiwan.

Penyebab runtuhnya jembatan yang belum diketahui menjadi tanda tanya tersendiri. Pemeriksaan keamanan jembatan tersebut terakhir dilakukan tahun 2018.

Baca Juga: Jumlah Pimpinan MPR Bertambah, Pemerintah Siap Tambah Anggaran
Keren! Aksi 'Santuy (Banget)' Bersihkan Coretan Vandal Pasca Demo

Taiwan International Ports Corporation (TIPC) mengatakan bahwa permasalahan yang ditemui seperti baja berkarat dan retakan-retakan telah diperbaiki pada Oktober lalu.
Kecelakaan tersebut membuat banyak warga Taiwan syok.

Mereka menuntut Otoritas terkait segera mengevaluasi semua jembatan mengingat Taiwan adalah wilayah yang rentan dilanda gempa bumi dan topan.

Berita Terkait

Wapres JK Melayat ke Keluarga AM Fatwa Wapres JK Melayat ke Keluarga AM Fatwa
Mendikbud Akan Resmikan PKBM WNI di KBRI Kuala Lumpur Mendikbud Akan Resmikan PKBM WNI di KBRI Kuala Lumpur
Gubernur Anies Bilang Becak Hanya Beroperasi Di Permukiman Warga Gubernur Anies Bilang Becak Hanya Beroperasi Di Permukiman Warga

#Taiwan #WNI #Meninggal Dunia #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar