Riset: Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis di Indonesia

Internet of Things (Pixabay)

Arah -Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan seluler yang rendah turut menghambat bisnis di Indonesia.

Direktur Kebijakan Legatum Institute Stephen Brien mengatakan pertukaran informasi yang didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang baik adalah komponen vital dari keterbukaan ekonomi.

"Dalam riset yang kami lakukan, teknologi telekomunikasi sebagai produk akhir telah menciptakan peluang ekonomi bagi perusahaan dan negara yang inovatif," ujarmya di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Brien menjelaskan Indonesia menduduki peringkat 114, naik enam peringkat dalam satu dekade terakhir, dari 157 negara yang disurvei dalam indikator infrastruktur komunikasi dalam Indeks Global Keterbukaan Ekonomi 2019. Infrastruktur telekomunikasi yang baik dinilai krusial untuk mendukung industri perdagangan elektronik yang diperkirakan akan mendukung 26 juta orang.

"Sayangnya, bisnis masih terhambat internet yang lambat dan bandwidth jaringan seluler yang rendah," katanya.

Kendati demikian, pemerintah telah melakukan perbaikan melalui proyek Palapa Ring yang rampung pada 2019. Di sisi lain, Brien mengatakan regulasi dan pembatasan yang ketat semakin menambah tantangan yang dihadapi investor potensial, misalnya terkait ketentuan konten lokal untuk peralatan nirkabel.

"Kondisi ini membatasi investasi telekomunikasi Indonesia, kemungkinan juga memperlambat pertumbuhan," imbuhnya.

Karena itu, Brien menilai peluang terbesar Indonesia adalah dengan memastikan infrastruktur komunikasi yang sedang dikembangkan dapat mendukung ekonomi digital.

"Ini akan melibatkan proyek Palapa Ring yang sekarang selesai untuk memperluas broadband dan 4G/5G ke daerah-daerah terpencil lainnya serta meningkatkan bandwidth keseluruhan," katanya.

Baca Juga: Seberapa Mudah Berbisnis Di Indonesia? Ini Jawabannya
Menyongsong Teknologi 5G, Telkom Beli 2.100 Menara Sinyal

Untuk mewujudkan itu, Indonesia akan lebih banyak membutuhkan penyedia layanan komunikasi internasional dan investasi swasta.

"Pemerintah dapat mengambil sejumlah langkah untuk memfasilitasi keterlibatan semacam itu, termasuk mengurangi persyaratan konten lokal," pungkas Brien.(ant)

Berita Terkait

Telkomsel Tunjuk Tiga Direksi Baru Telkomsel Tunjuk Tiga Direksi Baru
Wuling Tambah Puluhan Diler di Indonesia Tahun Ini Wuling Tambah Puluhan Diler di Indonesia Tahun Ini
5 Alasan yang Membuat Bisnis Waralaba Lebih Mudah 5 Alasan yang Membuat Bisnis Waralaba Lebih Mudah

#internet #investasi #bisnis #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar