Kok Bisa! Wanita Ini Kena Penyakit Tak Bisa Mendengar Suara Pria

ilustrasi telinga berdenging (shutterstock).

Arah - Suara merupakan hal yang tidak terpisahkan bagi kehidupan sehari-hari manusia. Pasalnya dengan suara, manusia bisa berkomunikasi satu sama lain.

Suara-suara tertentu semisal lagu juga memberikan rasa nyaman tersendiri bagi orang yang mendengarkannya. Oleh karena itulah, ketika seseorang menderita gangguan pendengaran, maka kehidupannya jadi terasa tidak nyaman. 

Begitu pula yang dialami seorang gadis asal Tiongkok, Chen merasakan keanehan pada dirinya.

Saat pacar Chen menyapanya, wanita tersebut merasa kebingungan karena mendadak ia tidak bisa lagi mendengar suara kekasihnya. Merasa khawatir akan kondisi yang tengah dialami dirinya, Chen pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit setempat.

Di hadapan dokter Lin Xiaoqing yang juga berjenis kelamin perempuan, Chen menceritakan bagaimana ia tidak bisa lagi mendengar suara kekasihnya.

Chen juga mengaku kalau tepat di hari sebelum ia kehilangan pendengarannya, ia merasakan adanya suara-suara bising di telinganya.

Yang membuat kasus gangguan pendengaran Chen ini begitu menarik adalah Chen tidak mengalami masalah saat mendengar suara dokter Xiaoqing.

Namun saat Chen diminta mendengarkan suara dari pasien pria yang berada tidak jauh darinya, Chen sama sekali tidak bisa mendengar suara pasien pria tersebut.

Baca Juga: Merapat ke Istana, Ternyata Nadiem Sudah Mundur dari Gojek
Pemerintah Diminta Prioritaskan Penegakan Hukum Kasus Korupsi

Dokter Xiaoqing lantas berkesimpulan kalau Chen menderita reverse-slope hearing loss (RHSL), suatu gangguan pendengaran langka di mana penderitanya tidak bisa mendengar suara berfrekuensi rendah semisal suara pria.

Untuk mengetahui kenapa RHSL bisa timbul, maka mula-mula kita harus memahami cara kerja sistem pendengaran manusia itu sendiri.

Pada saluran pendengaran manusia, terdapat organ berbentuk rumah siput yang bernama koklea. Di dalam koklea, terdapat ribuan helai rambut halus yang bertugas untuk menyalurkan suara berfrekuensi rendah semisal suara bernada bass.

Jika ada suara yang masuk, rambut-rambut tersebut akan bergetar sehingga otak kemudian bisa mengetahui suara yang masuk dan mengenali karakteristik suaranya.

Ketika rambut-rambut halus tadi berubah menjadi kaku atau bahkan rontok, orang yang bersangkutan tidak bisa lagi mendengar suara secara normal karena tidak ada yang menghantarkan suara di dalam rongga telinga.

Walaupun kasus RSHL mungkin terdengar lucu atau bahkan menyenangkan bagi mereka yang punya masalah dengan pria, kasus RSHL tetap tidak bisa dipandang remeh karena bisa jadi gangguan pendengarannya kelak bakal berkembang menjadi kasus yang lebih parah.

Oleh karena itulah, mereka yang mengalami gangguan pendengaran sebagian disarankan untuk langsung memeriksakan diri ke pakar THT.

Kembali ke soal Chen. Setelah dokter Xiaoqing memeriksanya, ia menyimpulkan kalau Chen mengalami RSHL akibat terlalu lelah bekerja dan kurang tidur.

Ia lantas memberi saran kepada Chen supaya lebih sering beristirahat agar gangguan pendengaran yang menimpanya berangsur-angsur menghilang dengan sendirinya.

Berita Terkait

Ditemukan  Tak Bernyawa  Akibat Tidur Dengan Tiga Kipas Sekaligus Ditemukan Tak Bernyawa Akibat Tidur Dengan Tiga Kipas Sekaligus
IDI: Kasus Difteri Sudah Meluas ke 28 Provinsi di Indonesia IDI: Kasus Difteri Sudah Meluas ke 28 Provinsi di Indonesia
Jangan Banyak Makan Makanan Berminyak Kalo Tidak Ingin ... Jangan Banyak Makan Makanan Berminyak Kalo Tidak Ingin ...

#Dokter #Telinga #Penyakit #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar