Peneliti: Kenali Wajah, Cara Kerja Otak Manusia dan AI Serupa

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI)-(Business2community.com)

Arah -  Tim peneliti Israel menemukan bahwa cara otak manusia mengenali wajah ternyata sangat serupa dengan cara sistem kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) menyandikan wajah, lapor Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann (WIS) .

Temuan ini dapat membantu memahami bagaimana persepsi dan pengenalan wajah disandikan di dalam otak manusia, serta untuk semakin meningkatkan performa jaringan artifisial dengan cara memadankan jaringan artifisial tersebut dengan pola respons otak.

Saat manusia melihat wajah, sel-sel saraf khusus di korteks visual, yang secara selektif merespons wajah tetapi tidak objek lain, diaktifkan dan "menembakkan" sinyal mereka.

Tim ilmuwan di WIS mencoba mencari tahu bagaimana aktivasi masing-masing neuron ini bergabung untuk menghasilkan persepsi dan pengenalan wajah.

Dalam penelitian mereka, yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, para ilmuwan mengumpulkan data dari para pasien epilepsi yang otaknya telah disisipi elektrode untuk tujuan diagnosis medis.

Baca Juga: iPhone Meledak Saat Pengisian Daya, 1 Orang Tewas
5 Fitur WhatsApp Ini Wajib Kamu Coba



Dalam penelitian itu, ditemukan bahwa masing-masing dari beberapa gambar wajah yang diperlihatkan kepada para subjek membangkitkan sebuah "tanda khas" aktivitas unik pada aktivasi neuronal, melibatkan berbagai kelompok neuron berbeda yang menyala dengan intensitas berbeda pula.

Untuk menguji peranan pola-pola tanda khas tersebut dalam pengenalan wajah, para ilmuwan membandingkan bagaimana manusia mengenali wajah dengan bagaimana "jaringan neural dalam" melakukannya pada sistem AI.

Tim peneliti memperlihatkan gambar-gambar yang sama dengan gambar yang dilihat para pasien kepada sistem AI. Mereka menemukan bahwa kedua sistem mengarah pada pola-pola pengoperasian unik dengan struktur yang sama.

"Temuan yang sangat informatif ini menunjukkan bahwa kedua sistem yang benar-benar berbeda tersebut, yakni sistem biologis dan sistem artifisial, berkembang sedemikian rupa sehingga mereka memiliki karakteristik yang sangat mirip," demikian kesimpulan para peneliti. 

Berita Terkait

Peneliti Temukan Kasus Kanker Tertua di Dunia Peneliti Temukan Kasus Kanker Tertua di Dunia
Ini Tampang Manusia Jika Berumur 700 Tahun Ini Tampang Manusia Jika Berumur 700 Tahun
Percaya atau Tidak, Hewan Tikus Berperan Penting dalam Penelitian Percaya atau Tidak, Hewan Tikus Berperan Penting dalam Penelitian

#Peneliti #Penelitian #Riset/ Penelitian Ilmiah #Israel #Artificial Intelligence #Sains/ Ilmiah #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar