Menteri BUMN Diminta Sehatkan Perusahaan ‘Plat Merah’

Erick Tohir (Antara)

Arah - Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyoroti sepuluh perusahaan ‘plat merah’ yang memiliki utang terbesar. Nevi mendorong Kementerian BUMN fokus untuk menyehatkan kondisi yang ada dalam waktu satu tahun ke depan.

Menurutnya, sepuluh perusahaan dengan utang terbesar itu, menjadi andalan negara. Perrusahaan tersebut adalah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT. Bank Mandiri Tbk, PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pertamina, PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Taspen, PT. Waskita Karya Tbk, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT. Pupuk Indonesia.

“Perusahaan Perbankan, Energi, Telekomunikasi dan Infrastruktur, semua adalah andalan negara sebagai perwajahan kekuatan bangsa dalam mengelola sumber daya. Ini perlu penyehatan yang kuat agar lebih mandiri, merdeka dari hutang sehingga mampu memberikan sebesar-besarnya kontribusi dan manfaat untuk mayoritas rakyat Indonesia,” ujar legislator Fraksi PKS dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/20/2019).

Nevi mengingatkan, Kementerian BUMN untuk terus waspada terhadap utang BUMN ini. Tercatat lima tahun terakhir, utang BUMN telah melonjak sangat besar. Pada Juli 2019, Utang Luar Negeri (ULN) BUMN Indonesia mencapai 52,8 miliar dolar AS. Meski utang BUMN masih belum mengganggu arus kas, namun keadaan ini sangat mengkhawatirkan karena akan berdampak pada risiko kontijensi atau ketidakpastian untuk RI.

Utang luar negeri BUMN RI telah mengalami peningkatan sehingga tergambar sebagai tren. Kenaikan lebih dari 6,3 miliar dolar AS atau sekitar 13,8 persen hanya dalam waktu 6 bulan saja di periode Januari sampai Juli 2019. Angka ini memiliki proporsi 26,7 persen bila dibandingkan dengan total utang luar negeri swasta pada Juli 2019.

Baca Juga: Jokowi-Managing Director IMF Bahas Ekonomi Dunia yang Slow Down
Ma'ruf Ditugasi Jokowi Urus Pembangunan SDM dan Ekonomi Syariah

Dia mengatakan hingga saat ini utang dan Kinerja buruk BUMN menjadi salah satu faktor mengapa hanya 2 BUMN Indonesia yang menembus deretan 500 perusahaan terbesar di dunia versi majalah Fortune. Padahal, Indonesia memiliki size ekonomi di peringkat 16 besar dunia dalam kategori Negara dengan perekonomian terbesar. Indonesia pun masuk anggota G20.

“Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) senilai 862 miliar dollar AS (tahun 2016), diperkirakan tahun 2030 nanti ekonomi Indonesia akan menduduki ranking 7 besar dunia, sejajar dengan Amerika Serikat dan China,” katanya.

Namun, lanjut Nevi, size korporat (BUMN) tak merefleksikan size ekonomi Nasional yang besar itu. Dari ratusan BUMN, hanya Pertamina dan PLN yang masuk majalah Fortune 500.

“Untuk mengurus BUMN ini, Menteri BUMN perlu dukungan banyak pihak, karena ini sebagai salah satu penyebab, apakah negara akan maju atau akan hancur tergantung cara mengelolanya. Utang memang tidak salah, tapi harus tetap waspada. Bukan saja masalah harga diri bangsa, namun ini menyangkut masa depan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya

Berita Terkait

Lecehkan Bendera Negara, FPI Harus Rasakan Proses Hukum Lecehkan Bendera Negara, FPI Harus Rasakan Proses Hukum
Ini Sosok Dirut Bank Mandiri Pilihan Erick Thohir Ini Sosok Dirut Bank Mandiri Pilihan Erick Thohir
DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan DPR RI Singgung Pemberitaan Media Bersifat Partisan

#Erick Thohir #Menteri BUMN #DPR RI #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar