Babak Belur Rugi Rp16 Triliun, Saham Uber Anjlok

Mobil Otonom Taksi Uber/youtube

Arah - Pionir taksi online, Uber merugi 1,16 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,2 triliun pada kuartal III 2019. Kerugian ini berdampak pada anjloknya harga saham Uber hingga 5,5 persen.

Angka kerugian Uber di kuartal III 2019 meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 986 juta dolar AS. Sebenarnya angka kerugian itu menurun dibanding kuartal II yang menembus 5,2 miliar dolar AS.

Total pendapatan Uber di kuartal III sebesar 3,81 miliar dolar AS atau naik hampir 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun pendapatan itu tak mampu menutup pengeluaran Uber yang mencapai 4,92 miliar dolar AS.

Pihak perusahaan menyadari ada ekspektasi soal keuntungan dan berjanji memenuhinya pada akhir tahun 2021. Mereka optimistis bisnis ride hailing akan terus tumbuh secara global.

Baca Juga: Rugi Puluhan Triliun, Uber Berlakukan Kebijakan Ini
Grab Resmi Akuisisi Uber Asia Tenggara,Apa Perubahannya?

Uber menekankan efisiensi dan keuntungan sebagai prioritas. Mereka tidak lagi mengejar pertumbuhan secara masif yang sebelumnya menjadi prioritas.

Salah satu upaya efisiensi yang dilakukan dengan pengurangan karyawan pada kuartal II. Saat itu Uber mem-PHK lebih dari 1.000 karyawan atau sekitar 2 persen dari dari total karyawan.

Terlepas dari kerugian yang diderita, Uber masih menjadi salah satu startup paling bernilai di dunia. Saat ini nilai valuasi Uber  76 miliar dolar AS.

Berita Terkait

Pengadilan Putuskan Uber Dilarang Beroperasi di Italia Pengadilan Putuskan Uber Dilarang Beroperasi di Italia
Sopir Taksi Online Ditembak Mati Di Meksiko Sopir Taksi Online Ditembak Mati Di Meksiko
Uber Lagi-lagi Ditinggal Petingginya. Ada Apa? Uber Lagi-lagi Ditinggal Petingginya. Ada Apa?

#Uber #Taksi Online #saham #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar