BNPB: Januari-Oktober 2019, 964 Puting Beliung Terjang Indonesia

Ilustrasi angin puting beliung. (Foto: Foter.com)

Arah -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hampir seluruh bencana yang terjadi sepanjang Januari - Oktober 2019 adalah bencana hidrometeorologi. Jumlah kejadian tertinggi yaitu peristiwa puting beliung sebanyak 964 kali.

Peristiwa puting beliung itu berdampak adanya korban jiwa dan kerusakan berbagai infrastruktur. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, data yang dimiliki oleh otoritasnya hingga akhir Oktober 2019 mencatat 16 jiwa meninggal dunia dan 2 lain hilang, sedangkan 177 jiwa mengalami luka-luka. 

“Kerusakan rumah hingga mencapai puluhan ribu. Rumah rusak berat (RB) akibat kejadian ini mencapai 1.794 unit, rusak sedang (RS) 2.978 dan rusak ringan (RR) 17.816. Kerusakan di sektor lain, seperti pendidikan sejumlah 115 unit, peribadatan 93 unit dan kesehatan 15 unit,” kata Agus dalam keterangan resminya ditulis Bandung, Selasa, 5 November 2019.

Baca Juga: Bukan Wright Bersaudara, Inilah Muslim Peletak Dasar Penerbangan
PT KAI Angkat Bicara Soal Ramainya Tour Tragedi Bintaro

Agus menjelaskan bencana hidrometeorologi lain yang terjadi yaitu banjir, tanah longsor dan kekeringan. BNPB mencatat 673 kali banjir, 631 longsor dan 121 kekeringan. 

Agus mengungkapkan, banjir mengakibatkan korban meninggal 254 jiwa dan hilang 101, sedangkan tanah longsor mengakibatkan korban meninggal 108 jiwa dan hilang 6 jiwa. Meskipun kekeringan tidak mengakibatkan korban dan kerusakan, tetapi jumlah populasi yang terdampak tertinggi pada jenis bencana ini yaitu lebih dari 3,8 juta. 

“Bencana geologi seperti gempa bumi terjadi sebanyak 25 kali. Gempa mengakibatkan korban meninggal 68 jiwa, luka-luka 1.889 dan mengungsi 312.110,” kata Agus. 

Sedangkan pada kerusakan ucap Agus, sejumlah gempa yang terjadii mengakibatkan ribuan rumah rusak dengan kategori berbeda. Rumah rusak berat berjumlah 8.587 unit, rusak sedang 6.304 unit dan rsak ringan 6.536 unit. Sedangkan sektor lain yang terdampak yaitu fasilitas pendidikan 474 unit, peribadatan 173 unit dan kesehatan 108 unit.  

BNPB memastikan sejumlah sebaran bencana tersebut banyak terjadi di Pulau Jawa. Kejadian bencana tertinggi terjadi di Jawa Tengah dengan 748 kejadian dan disusul Jawa Barat 593, Jawa Timur 455, Aceh 149 serta Sulawesi Selatan 142. 

“Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi hingga saat sekarang. Data BNPB per 31 Oktober 2019, pukul 09.00 WIB mencatat titik panas di wilayah prioritas penanganan karhutla di Sumatera Selatan sebanyak 185 titik, Jambi 8, dan Riau tidak terdeteksi,” lanjut Agus. 

Untuk karhutla di Kalimantan Tengah terpantau sebanyak 134 titik panas, Kalimantan Selatan 107 dan Kalimantan Barat 36 titik. Masih terpantaunya titik panas, kualitas udara yang diukur dengan PM 2,5 dan bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) masih pada ambang sedang hingga tidak sehat. 

Kualitas udara tidak sehat masih terpantau di Kalimantan Tengah, Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan wilayah lain pada kualitas sedang. Karhutla pada kawasan lain terpantau masih terjadi di Gunung Cikuray, Sumbing, Ungaran dan Rinjani. Luas lahan terdampak di seluruh wilayah Indonesia mencapai 857.756 hektare. 

“Memasuki bulan November ini, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. BMKG menginformasikan bahwa perlu kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada periode transisi musim atau pada November hingga Desember,” tutur Agus.

Potensi gelombang tinggi selama November perlu diwaspadai di perairan barat Sumatera hingga selatan Bali dan Nusa Tenggara Barat. Di samping potensi bahaya karena iklim dan cuaca, warga diimbau selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya gempa bumi. 

Bahaya ini tidak dapat diperkirakan sehingga kita harus selalu waspada dan siaga. Dampak pada korban dan kerusakan biasanya diakibatkan bukan karena gempa tetapi bangunannya./nouval samith

Berita Terkait

Waspada, Hari Ini Sebagian Besar Jakarta Akan Hujan Waspada, Hari Ini Sebagian Besar Jakarta Akan Hujan
BMKG: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim  BMKG: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jaksel dan Jaktim
 24 RW di Jakarta Terendam Banjir 24 RW di Jakarta Terendam Banjir

#Hujan #bencana #Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar