Era Digital Diharapkan Lowongan Pekerjaan Dukung Disabilitas

Penyandang disabilitas menyelesaikan proses pembuatan mainan edukasi berbahan kayu di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (3/1). Mainan eduksasi untuk pelajar tingkat paud maupun taman kanak-kanak berbahan baku kayu karya difabel yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia itu dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp150.000 per unit tergantung model. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Arah -  Project Executive Thisable Enterprise dan pemerhati Fanny Evita menyebutkan demi memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin banyak dan semakin beragamnya pekerjaan di era digital maka para penyandang disabilitas juga diharapkan untuk terus meningkatkan kemampuan jika memungkinkan.

"Di era digital ini semakin banyak pula lowongan pekerjaan yang bisa mendukung teman disabilitas yang bisa membuat mereka bekerja dari manapun," ujar Fanny ketika ditemui dalam diskusi mengenai inklusivitas kewirausahaan bagi penyandang disabilitas yang diadakan di pusat kebudayaan @america di Jakarta, Rabu.

Menurut Fanny, yang mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif penyandang disabilitas lewat Thisable Enterprise, dunia kerja sekarang semakin memiliki banyak tuntutan dengan deskripsi pekerjaan yang semakin beragam pula.

Oleh karena itu bagi para penyandang disabilitas jika memungkinkan untuk dapat melakukan peningkatan kemampuan demi dapat mengikuti perkembangan yang ada dan memenuhi tuntutan dunia kerja.

Baca Juga: Bagi Kamu yang Masih Berdoa Hanya Memohon Tentang Dunia
Baca Doa Ini Sebagai Wujud Syukur Ketika Hujan Turun

Dia juga menegaskan bahwa banyak lowongan tersedia dan Thisable Enterprise terus mendukung para penyandang disabilitas untuk dapat terus meningkatkan kemampuan.

Hal itu harus dilakukan karena pemerintah sebenarnya sudah menyediakan dasar untuk melakukannya lewat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak mereka untuk bekerja dan hidup mandiri.

Bahkan di pasal 53 terdapat kewajiban agar lembaga dan perusahaan negara memberikan kuota 2 persen untuk penyandang disabilitas sementara perusahaan swasta sebesar 1 persen, meski penerapannya sendiri masih belum berjalan maksimal sampai saat ini.

"Undang-undangnya sudah ada dan kalau teman disabilitas punya skill yang mumpuni untuk masuk ke perusahaan, kenapa tidak mereka mau merekrut," ujar Fanny.

Berita Terkait

Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi! Dilaporkan Henry Yosodiningrat, Rizieq: Wallahualam, Kita Hadapi!
Ini Curahan Hati Pedagang, Korban Kebakaran Pasar Senen Ini Curahan Hati Pedagang, Korban Kebakaran Pasar Senen
KPI Siap Pasang Badan Jamin Perlindungan terhadap Jurnalis KPI Siap Pasang Badan Jamin Perlindungan terhadap Jurnalis

#Disabilitas #ekonomi kreatif #Era Digital #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar