Alasan Mengapa Kabareskrim Baru Harus Dekat Dengan Ulama

Serah terima jabatan Kapolri dari Tito Karnavian ke Idham Azis (Foto/Antara)

Arah - Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Faiz Rafdhi Chusnan berharap Kepala Bareskrim Polri yang baru nanti adalah orang yang dekat dengan ulama.

"Saat ini posisi Kabareskrim masih kosong. Tentu kami berharap posisi yang ditinggal dapat diisi oleh sosok yang profesional, namun juga memahami kultur keragaman Indonesia serta mayoritas agama yag ada di Indonesia," kata Faiz dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (08/11).

Dia mengatakan siapapun Kabareskrim itu, umat Islam tentu yang pertama mendapatkan imbas kebijakan yang diambil.

Maka, kata dia, sebaiknya Kabareskrim diisi oleh sosok yang mengerti, memahami, dekat dengan umat Islam dan khususnya ulama atau tokoh-tokoh ormas Islam.

"Sebab, ulama yang paham terhadap kebutuhan umat. Jika Kabareskrim yang baru tidak mampu memahami kebutuhan rakyat khususnya umat Islam sebagai penduduk mayoritas, maka dikhawatirkan tindakan-tindakan yang diambil merugikan umat," kata Ketua STMIK Muhammadiyah Jakarta.

Baca Juga: Dengar Aspirasi, DPR: Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Jangan Naik
Poligami 3 Istri, Anggota DPR Lora Fadil Yakin Masuk Surga

Apalagi, lanjut dia, dalam penanganan radikalisme dan terorisme yang selama ini terkesan represif tentu dapat merugikan umat, juga pemerintah.

"Beda halnya jika Kabareskrim paham kebutuhan umat tentu penanganan radikalisme lebih lembut sehingga mampu menyelesaikan akar masalah dengan tepat dan cermat," katanya.

Berita Terkait

Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq
Stop Berbicara Radikalisme, Ini Pesan Muhammadiyah Stop Berbicara Radikalisme, Ini Pesan Muhammadiyah
Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi

#Kabareskrim #Ulama #Muhammadiyah #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar