Ini Dampaknya Jika Mama Sering Marah saat Hamil

Ilustrasi istri marah (Sumber Google)

Arah - Bukan hanya sensitif terhadap makanan tertentu saja, tapi saat hamil perasaan Mama juga lebih sensitif dibanding sebelumnya.

Mama mungkin akan lebih cepat marah dan emosi dalam menanggapi sesuatu. Mudah marah pada perempuan hamil bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Mulai dari perubahan hormon selama kehamilan, ketidaknyamanan saat hamil, kecemasan berlebih, rasa takut terkait kondisi kehamilan, hingga adanya masalah dalam kehidupan.

Namun meski begitu, jangan biarkan emosi menguasai Mama. Mama harus bisa mengontrol emosi dengan baik agar tidak mudah marah sebab ada dampak sering marah saat hamil bagi kesehatan maupun janin dalam kandungan.

Mama ingin tahu apa saja? Dilansir dari Babble dan beberapa sumber lainnya, ini dia dampaknya jika ibu hamil terlalu sering marah-marah.

1. Menghambat produksi ASI


Jika Mama tidak ingin produksi ASI-nya sedikit, maka salah satu cara untuk mencegahnya adalah mengontrol emosi dengan baik agar tidak mudah marah saat hamil.

2. Berisiko alami keguguran

Menurut riset yang dilakukan oleh badan amal Inggris, Tommy’s, The Baby Charity, perempuan hamil yang sering marah berisiko untuk melahirkan bayi prematur, mengalami keguguran, hingga kematian janin dalam kandungan.

Bahkan kemarahan dalam jangka panjang juga dapat berpengaruh buruk pada bayi Mama nanti. Bayi Mama dapat mudah rewel dan mudah untuk nangis.

Baca Juga: Ditanya Soal Poligami, Istri Ketiga Opick: Ya Allah, Jangan Dong!
5 Video Trending Youtube, Video Claudia Emmanuela di Posisi Satu

3. Melahirkan bayi prematur

Risiko untuk melahirkan bayi prematur dapat meningkat jika Mama sering marah saat hamil. Nah, bayi prematur yang lahir dari perempuan hamil dengan depresi kemungkinan untuk rentan menderita komplikasi seperti penyakit paru kronis.

Bahkan ketika dewasa nanti, anak Mama cenderung dapat menderita penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

4. Bayi lahir dengan berat rendah

Jika risiko Mama untuk melahirkan bayi prematur meningkat, maka begitu pun dengan risiko melahirkan bayi dengan berat rendah. Sebab saat melahirkan bayi dengan kondisi prematur, biasanya beratnya jugaakan rendah.

Berat badan rendah pada bayi juga dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatannya. Bayi yang lahir dengan berat rendah cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga lebih rentan untuk terserang penyakit.

5. Bayi mudah marah

Sebuah studi menunjukkan bahwa hormon stres atau hormon kartisol yang dihasilkan ketika perempuan hamil marah dapat diteruskan ke bayi melalui ASI.

Bayi perempuan yang diberi ASI dengan kandungan kortisol yang tinggi misalnya, cenderung memiliki perubahan perilaku yang negatif seperti mudah marah, kesal, dan takut.  Sementara, perubahan emosi serupa tidak tampil pada bayi laki-laki yang diberi ASI dengan kosentrasi hormon koritsol yang sama banyaknya.

Berita Terkait

Wah, Bolehkah Ibu Hamil Mengenakan Pakaian Ketat? Wah, Bolehkah Ibu Hamil Mengenakan Pakaian Ketat?
Dua Hal Penting, yang Harus Diperhatikan Calon Ibu Sebelum Hamil Dua Hal Penting, yang Harus Diperhatikan Calon Ibu Sebelum Hamil
Calon Ayah Bisa Lakukan Ini Agar Janin Lahir dan Tumbuh Cerdas Calon Ayah Bisa Lakukan Ini Agar Janin Lahir dan Tumbuh Cerdas

#wanita #ibu hamil #Kehamilan #sulit hamil #Program Hamil #Tips Ibu Hamil #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar