Sedap.... Kuliner 'Satai Rusa' yang Menggugah Selera

Satai Rusa kuliner khas Kudus (Foto/Antara)

Arah - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan kuliner soto, lentog, maupun satai kerbaunya, kini hadir kuliner baru yang nantinya bisa menjadi menu kuliner khas Kudus berupa satai rusa yang belum ditemukan di daerah lainnya.

Bagi yang belum pernah merasakan satai rusa tentu ada kekhawatiran rasa satainya tidak seempuk satai kambing yang biasa dirasakan lidah masyarakat. Ternyata, sejumlah warga yang pernah mengunjungi warung makan yang diberi nama Kedai Redi Ayu di Margorejo Kudus itu merasakan sensasi berbeda.

"Satai rusa memiliki warna merah yang lebih pekat dan aroma dagingnya tak sekuat daging kambing. Teksturnya lebih empuk, lembut dan lezat," ujar Jihan Hanim pengunjung pembeli satai rusa asal Jakarta.

Ia mengakui menikmati satai rusa merupakan pengalaman baru karena sebelumnya memang belum pernah. Hal serupa diungkapkan Erlando asal Semarang juga mengakui mencicipi satai dan gule rusa juga baru pertama.

"Rasanya memang cukup lunak dibandingkan dengan satai kambing dan tidak berbau perengus seperti satai kambing," ujarnya.

Informasinya, lanjut dia, satai rusa memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan regenerasi sel, mencegah serangan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang.

Manfaat lainnya, yakni mencegah anemia, baik dikonsumsi penderita diabetes, membantu pembentukan hemoglobin, menjaga tingkat testosteron, baik dikonsumsi ibu hamil, serta mencegah penyempitan pembuluh darah.

Baca Juga: Masya Allah, Indahnya Arti Nama Anak Pertama Fitri Tropica
Ditanya Soal Poligami, Istri Ketiga Opick: Ya Allah, Jangan Dong!

Mendengar namanya satai rusa, tentunya banyak yang akan bertanya-tanya rasa dari satai rusa dan apakah binatang dilindungi tersebut juga bisa dijadikan satai yang dijual bebas. 

Berkat pendampingan dari Universitas Diponegoro, masyarakat di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, akhirnya dimunculkan pengembangan ekonomi desa setempat melalui pengembangan rusa yang kebetulan terdapat penangkaran rusa.

"Ide yang dimunculkan dari hasil pendampingan tersebut, membuat kuliner dari rusa yang akhirnya mulai dirintis satai rusa dan gule rusa," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Gerakan Endahing Margorejo Asri (Pokdarwis Gema) Muhammad Syukur di Kudus. seperti dikutip Antara.

Untuk menarik minat wisatawan, maka disediakan paket wisata termasuk menikmati kuliner satai rusa maupun gule rusa serta berkunjung ke tempat penangkaran rusa.

Untuk bisa memanfaatkan daging rusa menjadi satai maupun gulai, maka terlebih dahulu meminta izin ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penyembelihannya karena binatang tersebut merupakan dilindungi dan yang boleh dipotong juga keturunan yang dihasilkan di penangkaran atau generasi kedua (F2).

Dari hewan rusa tersebut, tidak hanya bisa memanfaatkan dagingnya untuk dibuat satai maupun gulai, melainkan tanduk rusa tersebut juga dijadikan sebagai minuman kopi.

"Khasiatnya juga sangat bagus untuk menambah vitalitas kaum pria," ujarnya.

Berita Terkait

Liburan ke Vietnam? Jangan Lupa Cobain Ketan Susu Xoi Liburan ke Vietnam? Jangan Lupa Cobain Ketan Susu Xoi
Populerkan Kuliner Nusantara, TikTok Gelar #JelajahKuliner Populerkan Kuliner Nusantara, TikTok Gelar #JelajahKuliner
Kuliner Bebek Garing Khas Bali akan Ekspansi ke Jepang Kuliner Bebek Garing Khas Bali akan Ekspansi ke Jepang

#Kudus #kuliner #Satai Rusa #makanan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar