Tegas! Polisi dan Dishub DKI Larang GrabWheels di Jalan Raya

GrabWheels (Foto/Antara)

Arah - Ditlantas Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan kepada seluruh Satuan Lalu Lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mencegah skuter listrik GrabWheels agar tidak beroperasi di jalan raya.

"Kita imbau kepada masyarakat kalau menggunakan skuter listrik sebaiknya di lingkungan perumahan, tidak gunakan di jalan raya," kata Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregas di Polda Metro Jaya.

Dia mengatakan imbauan itu dikeluarkan menyusul banyaknya pengguna skuter listrik yang tidak mengerti aturan yang berlaku sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga masih menyusun regulasi terkait operasional skuter listrik yang saat ini marak beroperasi di jalan Ibu Kota, salah satunya oleh Grab, yaitu GrabWheels.

“Skuter listrik itu masih dibahas oleh Korlantas Polri dengan Kementerian Perhubungan, nanti dikategorikan apa nih, kalau kendaraan bermotor kan memang harus diregistrasikan berdasarkan undang-undang,” katanya. seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Dua Orang Pengendara Skuter Listrik Milik Grab Tewas Tertabrak
Jalur Tengkorak, Kecelakaan Libatkan 2 Bus di Tol Cipali 7 Tewas

Dinas Perhubungan DKI Jakarta ancam akan menyita menyita skuter listrik jika beroperasi di luar tempat semestinya, menyusul meninggalnya dua pengguna alat milik GrabWheels itu, Ammar (18) dan Wisnu (18) karena menjadi korban tabrakan beberapa hari lalu.

"Kami sudah katakan pada operator (Grab) agar escooter tidak dioperasikan di trotoar, lalu Jembatan Penyebrangan Orang, kalau mau beroperasi silakan masuk ke jalur sepeda. Jika bandel pengemudinya akan kami stop dan otopednya ditahan, ini berlaku untuk semua skuter baik Grabwheels ataupun pribadi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat dihubungi di Jakarta.

Kendati demikian, Syafrin mengakui hingga saat ini belum ada aturan baku mengenai pengoperasian skuter listrik, termasuk soal lokasi operasi dan waktu beroperasi mengingat kecelakaan pengguna Grabwheels tersebut terjadi malam hari.

"Untuk jam operasi yang dikaji, kami ingin inline dengan sistem angkutan umum massal beroperasi, seperti Transjakarta atau MRT mulai jam 05:00 sampai 23:00. Kami harapkan, setelah jam 23:00 operator tidak lagi menyewakan itu. Utamakan aspek keselamatan masyarakat. Harus dipahami, begitu dilihat jalanan sepi tengah malam, pengguna akhirnya dia menjadi lalai dan terjadilah tabrakan," ucap Syafrin.

Berita Terkait

Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq
Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit Kapolda Metro Sebut Rizieq Akui Kebenaran Video Ceramah Palu Arit
Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor

#GrabWheels #Polda Metro Jaya #Jalan Raya #Larangan #Korban #korban tewas #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar