Peneliti Ungkap Alasan Kenapa Teroris Ingin Mati Bom Bunuh Diri

Ilustrasi Bom. (Foto: Shutterstock)

Arah - Aksi teror bom bunuh diri kembali terjadi beberapa waktu lalu di Medan, Sumatra Utara, tepatnya terjadi dikantor Polrestabes Medan.

Untungnya tidak ada korban tewas dalam serangan tersebut, hanya ada beberapa orang terluka. Sementara pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas setelah melancarkan aksinya.

Dilansir dari National Geographic, terlepas dari insiden tersebut, lalu apa yang memotivasi seseorang sampai ingin melakukan bom bunuh diri.

Banyak spekulasi mengenai individu yang melakukan bom bunuh diri. Ada yang berpendapat bahwa pelaku sudah dicuci otaknya, diancam atau memang mereka mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

Namun dari itu semua, ada proses psikologi yang disebut penyatuan jati diri dengan kelompok.

Menurut Harvey Whitehouse, peneliti dari Universitas Oxford, menjelaskan bahwa penyatuan jati diri beperan besar dalam mendorong seseorang untuk rela mati demi kelompok dan keyakinan agama mereka.

Baca Juga: Ditanya Ahok Akan Jadi Bos BUMN, Begini Reaksi Ma'ruf Amin
Jawaban Pimpinan KPK Soal Penindakan Setelah UU KPK Baru Berlaku

Harvey dan timnya dari Centre of Anthropology and Mind, telah melakukan penelitian terhadap sejumlah kelompok militan, seperti kelompok radikal yang berkaitan dengan agama, kelompok garis keras dan kelompok sipil bersenjata.

Metode penelitian dilakukan dengan cara pengamatan langsung, survei dan wawancara terhadap kelompok yang sejumlah anggotanya tewas saat bertempur demi kepentingan kelompoknya.

Ternyata, setiap anggota kelompok memiliki pandangan saudara sehidup semati yang kuat.

Mereka harus berbagi kebersamaan dalam setiap peristiwa yang pada akhirnya memunculkan keinginan untuk saling melindungi satu sama lain yang dapat mendorong individu untuk melakukan pengorbanan diri.

Jauh lebih lanjut, Harvey menerangkan kembali, bahwa memahami munculnya rasa persaudaraan di dalam kelompok ekstrim terlihat lebih masuk akal ketimbang menyalahkan pemahaman ekstrim sebuah agama.

Menurutnya, kekerasan dan pemaksaan tidak akan bisa memberantas terorisme, justru itu bisa jadi bumerang.

Cara efektif untuk mencegah tindakan ekstrim seperti ini adalah mengetahui apa atau siapa yang mereka perjuangkan, serta mengapa mereka mau melakukannya. Kemudian hilangkan rasa persaudaraan dalam kelompok radikal tersebut.

Perang orangtua, keluarga serta lingkungan seperti pemimpin agama, sekolah, pekerjaan, juga bisa membantu seseorang memunculkan kembali motivasi hidupnya. Jika individu sudah menemukan kembali motivasi hidupnya, dia tidak akan berani melakukan tindakan bom bunuh diri.

Berita Terkait

Hati-hati, Perilaku Tidak Tulus Akan Dibenci Orang Hati-hati, Perilaku Tidak Tulus Akan Dibenci Orang
KPAI Siap Dampingi Anak Pelaku Teror KPAI Siap Dampingi Anak Pelaku Teror
Ini Ayat Al-Quran yang Membahas Larangan Bunuh Diri Ini Ayat Al-Quran yang Membahas Larangan Bunuh Diri

#harvard #Penelitian #bom #Bom Bunuh Diri #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar