Ini Strategi Pemerintah Hadapi Tantangan Ekonomi 2020

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi sejumlah menteri mengumumkan penurunan suku bunga KUR, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11) lalu. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Arah - Pemerintah telah memetakan strategi dan langkah prioritas yang akan diambil guna menghadapi tantangan ekonomi tahun 2020, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Pertama, Pemerintah akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui transformasi struktural untuk memperkuat permintaan domestik dan kinerja perdagangan internasional.

Kedua, menjaga stabilitas ekonomi makro dengan menjaga harga domestik dan nilai tukar pada tingkat yang stabil dan kompetitif.

Ketiga, meningkatkan inklusivitas dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Peningkatan daya saing juga menjadi satu hal yang menjadi fokus perhatian. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk bisa keluar dari garis kemiskinan dan mendorong pembangunan manusia,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Airlangga meyakini, dengan menerapkan strategi tersebut, ekonomi Indonesia diharapkan dapat tumbuh 5,3%-5,6% di tahun 2020. Angka tersebut terutama didukung investasi yang diperkirakan akan meningkat 7,0%-7,4% dan kenaikan ekspor di angka 5,5%-7,0%.

Baca Juga: OJK Akan Diawasi Badan Supervisi Komisi XI DPR
Ini Jumlah Anggaran Perawatan KRL Commuter Line

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan didukung sektor industri yang akan meningkat 5,0%-5,5%. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan turun menjadi 4,8%-5,0%, disertai penurunan tingkat kemiskinan di kisaran 8,5%-9,0%.

Untuk investasi, Pemerintah akan mengoptimalkan sistem Online Single Submission (OSS), meningkatkan efektivitas Satuan Tugas Percepatan Investasi, Relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), dan pengesahan sektor prioritas investasi.

Selain itu, implementasi tax holiday dan super deduction tax serta pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri juga menjadi kebijakan andalan.
“Pemerintah juga tengah menyiapkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, yang bertujuan untuk semakin menyederhanakan proses perizinan,” terang Airlangga.

Dari sisi makro, ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh berkualitas di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi ini juga diiringi dengan penurunan tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan rasio gini.

“Dibandingkan dengan rekan-rekan kita di ASEAN, Indonesia diproyeksikan memiliki pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2019 ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Negara Islam Diharapkan Investasi Langsung ke Indonesia Negara Islam Diharapkan Investasi Langsung ke Indonesia
Tingkatkan Ekonomi Kreatif, 'Bekraf' Kembangkan Startup Kuliner Tingkatkan Ekonomi Kreatif, 'Bekraf' Kembangkan Startup Kuliner
Jokowi: Bangun Ekonomi dan Rakyat Sejahtera Tidak Bisa Instan Jokowi: Bangun Ekonomi dan Rakyat Sejahtera Tidak Bisa Instan

#Pemerintah #Ekonomi #Perekonomian #investasi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar