Mahfud MD: SKB 11 Menteri Bukan untuk Kembali ke Orba

Menkopolhukam Mahfud MD (Antara/Agung Rajasa)

Arah -  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopokhukam), Mahfud MD menanggapi kritik terhadap surat keputusan bersama (SKB) 11 menteri yang mengatur pencegahan radikalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan tersebut bukan upaya kembali ke otoritarianisme seperti Orde Baru. 

“Oh endak, kenapa harus kembali ke Orde Baru? Endak ada, artinya semua bisa terkontrol sekarang, endak bisa dong sekarang kembali ke otoritarianisme, sudah tidak mungkin, bagaimana caranya? Ya macem-macem di departemennya bisa ada satgas?” ucap Mahfud di Medan, Selasa (26/11).

SKB 11 menteri itu bertujuan untuk menanggulangi radikalisme pada ASN. Radikal yang ingin dicegah yaitu ujaran kebencian, terorisme, dan wacana. Nantinya keputusan itu akan menghasilkan tindakan hukum, pendidikan dan agama. 

“Ujaran kebencian, menganggap orang lain yang berbeda harus dilawan dan harus disalahkan. Yang kedua bentuknya jihad teroris bukan jihad yang bener, itu biasanya membunuh orang meledakkan gitu, lalu yang ketiga wacana,” ucap Mahfud. 

"Yang milenial dengan wacana, pendidikan, sosialisasi, halakoh, pertemuan, diskusi, tentu melalui kurikulum di semua lembaga pendidikan. Itu yang kemarin dituangkan dalam SKB 11 pejabat itu,” tambahnya.

Baca Juga: Ciuman Yusuf Mansur untuk Seorang Supir Bajaj, Subhanallah...
Inilah Tiga Program Prioritas Erick Thohir di BUMN

Masih kata Mahfud, aksi terorisme telah berkurang pada tahun 2019. Aksi terorisme mengalami penurunan dibanding tahun 2017 dan 2018. 

"Cuma sekarang ini yang terjadi di Medan, kemudian Pak Wiranto cuma 2 saya kira yang 2019, dulu kan banyak,” jelas Mahfud.

Meskipun aksi terorisme berkurang pada 2019, Mahfud mengakui ada perubahan yang terjadi. Salah satunya tindakan terorisme itu mulai melibatkan perempuan dan anak-anak. Kejadian di Kota Sibolga, penikaman Menkopolhukam Wiranto di Banten, Jawa Timur, dan  terakhir di Mapolrestabes Medan, menjadi contohnya.

“Itulah perlunya  SKB kemarin sebelas itu, agar semua lini yang bisa menimbulkan radikalisme ke arah tiga jenis tindakan radikal itu bisa diatasi,” pungkas Mahfud./Nugi/

Berita Terkait

Mahfud MD: Tugas Utama Saya Dosen, Menteri Hanya Nyambi! Mahfud MD: Tugas Utama Saya Dosen, Menteri Hanya Nyambi!
Latar Belakang Mahfud MD yang Ditunjuk Jadi Menkopolhukam Latar Belakang Mahfud MD yang Ditunjuk Jadi Menkopolhukam
Tantang Rizieq, Mahfud MD: Jika Ada Bukti Cekal, Bilang ke Saya! Tantang Rizieq, Mahfud MD: Jika Ada Bukti Cekal, Bilang ke Saya!

#Menkopolhukam #Mahfud MD #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar