Pemerintah Optimis Penanganan Karhutla 2020 Lebih Baik

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (11/8). Jauhnya sumber air dan kencangnya angin membuat petugas kewalahan memadamkan api yang membakar lahan tersebut, sehingga meminta bantuan pemadaman dari udara. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Arah -  Pemerintah optimistis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kemungkinan dapat terjadi pada 2020 akan lebih mudah diantisipasi karena tidak akan ada perubahan iklim yang ekstrem tahun depan.

"Insya Allah tidak akan terjadi perubahan iklim yang ekstrem. Insya Allah (kemungkinan karhutla) lebih mudah diantisipasi, kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Jumat.

Mahfud menyampaikan hal tersebut usai menggelar Rapat Koordinasi Gabungan tingkat Kementerian dan Lembaga yang dipimpin oleh Kemenko Polhukam, Kementerian LHK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologo dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

Ia mengatakan selain membahas evaluasi penanganan karhutla 2019, rapat koordinasi tersebut juga membahas langkah-langkah persiapan yang dilakukan Kementerian dan Lembaga untuk mengantisipasi kemungkinan karhutla pada 2020.

Setelah karhutla 2015, pemerintah, katanya, telah melakukan berbagai langkah korektif seperti moratorium izin, penegakan hukum, tata kelola gambut dan kerja terpadu pengendalian.

Mengutip antara, selain itu, pemerintah juga menangani karhutla dengan upaya modifikasi cuaca dan pemadaman yang melibatkan tim satgas terpadu serta berbagai upaya pencegahan lainnya.

Baca Juga: Blusukan di RSUD Kota Cilegon, Jokowi Akan Buat Gebrakan Baru untuk BPJS
Erick Thohir Pecat Ari Askhara, Ini Plt Dirut Garuda Indonesia




Dengan langkah-langkah penanganan itu, katanya, karhutla pada 2016, 2017 dan 2018 dapat diatasi dengan indikator menurunnya titik panas (hotspot) dan tidak terjadi bencana asap secara nasional ataupun bencana asap lintas batas.

Setelah pengalaman kejadian 2015 dan 2019, Mahfud yakin penanganan karhutla akan lebih baik lagi dan lebih sistematis.

Terlebih lagi berdasarkan prediksi BMKG yang menyebutkan tidak akan terjadi perubahan iklim yang ekstrem pada 2020.

Namun demikian, dengan adanya upaya persiapan tersebut baik pemerintah pusat hingga pemerintah daerah diharapkan tidak mengurangi kewaspadaan mereka.*

Berita Terkait

Sandiaga Uno ingin Gaungkan Asian Games 2018 Sampai Kelurahan Sandiaga Uno ingin Gaungkan Asian Games 2018 Sampai Kelurahan
PSIS Jamu Persija di Stadion Bantul PSIS Jamu Persija di Stadion Bantul
Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq

#Kebakaran Hutan #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar