BPIP Sebut NIlai-nilai Pancasila Perkuat Hak Asasi Manusia

Seminar Nasional "Debating the Future of Human Rights", pada pagelaran Festival Akademik Peringatan Hari HAM se-Dunia ke-71, yang diselenggarakan Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Pusat Pengembangan HAM dan Demokrasi, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (6/11). (ANTARA/HO/BPIP)

Arah -Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan Pancasila yang merupakan ideologi Indonesia, mampu memperkuat hak asasi manusia (HAM). Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, tidak ada satu pun yang bertentangan dengan HAM.

"Nilai-nilai Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan HAM. Justru yang ada nilai Pancasila itu menguatkan HAM,"  ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat )6/12/2019).

Benny menambahkan, salah satu ancaman HAM yang saat ini terjadi adalah efek negatif dari kemajuan teknologi yang disalahgunakan tanpa ada literasi yang cukup. Hal ini menimbulkan hoaks yang berdampak pada perpecahan dan penindasan martabat manusia.

"Kemajuan teknologi dan penggunaan sosial media yang salah, karena kurangnya literasi dan edukasi masyarakat menimbulkan perpecahan dan penghancuran martabat manusia," kata Benny.

Baca Juga: Mahfud Ajak Semua Pihak Dukung Kampanye Antisipasi Kahutla
Polemik Direksi dan Dewas TVRI, Menkominfo Minta Patuhi Regulasi

Benny mengatakan, sesungguhnya martabat kemanusiaan itu tidak bisa direduksi seiring dengan kemajuan zaman.

"Martabat manusia itu adalah hal yang mendarah daging sejak lahir dan tidak bisa direduksi oleh kemajuan zaman karena sudah mendarah daging," kata Benny.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga harus ingat kemerdekaan bangsa Indonesia tidak terlepas dari dukungan negara lain sehingga masyarakat juga harus bisa menerima segala perbedaan dan kemajuan zaman sekarang.

"Harus diingat bahwa kita harus menerima perbedaan dan perkembangan zaman. Karena bangsa Indonesia bisa merdeka tidak terlepas dari dukungan negara-negara lain," tambahnya.

Baca Juga: Mahfud Ajak Semua Pihak Dukung Kampanye Antisipasi Kahutla
Polemik Direksi dan Dewas TVRI, Menkominfo Minta Patuhi Regulasi

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Arief Setiawan mengatakan saat ini, permasalahan terkait HAM global semakin beragam. Salah satuny karena adanya krisis pengungsi.

"Masalah global yang berhubungan dengan HAM adalah krisis pengungsi, politik politisme, ekstrimisme, politik identitas, dan neoriberalisme," kata Arief.(ant)

Berita Terkait

Kepala BPIP Sebut Tantangan Babinsa Perang Non Fisik Kepala BPIP Sebut Tantangan Babinsa Perang Non Fisik
Dorong Keadilan Sosial, BPIP Perkokoh Ekonomi Kerakyatan Dorong Keadilan Sosial, BPIP Perkokoh Ekonomi Kerakyatan
DPR Dukung Penguatan Kelembagaan BPIP Melalui UU DPR Dukung Penguatan Kelembagaan BPIP Melalui UU

#BPIP #Pancasila #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar