Tiga Tata Cara Memberi Nama Anak Dalam Agama Islam

Fitri Tropica baru saja melahirkan anak pertama (Foto/ Instagram/Fitrop)

Arah - Islam sebagai din yang baik dan sempurna telah mengatur segala kehidupan umatnya dengan baik tanpa memberatkan ataupun merugikan umatnya. Karena pada hakikatnya fungsi agama dalam kehidupan manusia adalah untuk menuntun kita agar tetap berada dijalan yang benar, dan agar apa yang kita lakukan tidak menimbulkan keburukan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. Islam telah mengatur kehidupan manusia dari segala aspek, lalu apakah dalam Islam juga ada tata cara dalam memberi nama anak? Tentu ada, dan berikut sedikit ulasannya menurut Islam.

Tata Cara Memberi Nama Anak Menurut Islam
Dalam bahasa Arab, nama disebut dengan isim. Setiap manusia yang lahir ke dunia pastilah mempunyai nama sebagai sebuah panggilan dan identitas diri. Dan untuk membedakan manusia satu dengan yang lainnya maka pemberian nama diwajibkan menurut kesepakatan (ijma’) para ulama.

Dalam (QS. Maryam ayat 7, Allah SWT. berfirman :

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

Dalam ayat tersebut dapat kita ketahui, bahwa Allah sendiri telah memberikan nabi Zakaria seorang anak laki-laki dengan nama, yaitu Yahya. Dan itu berarti nama dalam Islam sangatlah penting. Dan sudah menjadi kewajiban para orangtua untuk memberikan nama kepada anak-anaknya, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda :

“Sesungguhnya diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa.” (HR. Ibnu Najar)

Dan berikut tata cara pemberian nama anak menurut Islam :

1. Pilih nama yang baik dalam arti maupun panggilan

Islam menganjurkan agar para orangtua agar memberikan nama kepada anaknya dengan benar dan baik, karena menurut Islam nama adalah sebuah do’a. Maka dari itu pemberian nama dalam Islam pun tidak boleh sembarangan. Islam memberikan aturan atau tata cara dalam memberi nama anak, agar para orangtua tidak salah dalam memberikan nama anak-anaknya, karena nama sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan anak. Dan dianjurkan agar para orangtua memberikan anaknya nama dengan arti yang bagus, dan juga indah untuk dipanggil.

Nama-nama asmaul husna tentu memiliki arti yang baik. Allah SWT. berfirrman dalam (QS. Al-A’raf ayat 180) :

“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Dalam ayat tersebut dikatakan, bahwa Allah SWT. memilik Asmaul Husna yang merupakan nama-nama yang terbaik. Jadi, tidak perlu diragukan lagi tentang kebaikan memberi nama anak dengan nama-nama Allah SWT (asmaul husna).

Baca Juga: Lima Amalan Agar Keluarga Bahagia
Baca dan Amalkan! Inilah Doa Agar Diberikan Kematian yang Husnul Khotimah

2. Memberikan nama pada waktu terbaik

Waktu yang baik dalam memberikan nama kepada adalah segera setelah anak tersebut lahir.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda :

“Semalam telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku, yaitu Ibrahim.” (HR. Muslim)

Dari Abu Musa, ia mengatakan :

“Anak laki-lakiku lahir, kemudian aku membawanya kepada Nabi SAW.dan beliau lalu memberinya nama Ibrahim(anak tertua Abu Musa), beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku.”(HR. Bukhari).

3. Pemberian nama dan nasab anak adalah hak ayah

Sebagai seorang imam dan pemimpin dalam keluarga, peran ayah dalam keluarga memang penting, sehingga dalam pemberian nama anak pun dianjurkan seorang ayah yang harus memberikannya. Dalam Islam seorang anak dalam masalah merdeka dan budak mereka mengikuti ibunya namun dalam masalah pemberian nama dan nasab mereka mengikuti ayahnya. Dan sebagaimana hak memberikan nama kepada anak, seorang ayah berhak atas nasab anaknya. Oleh sebab itu seorang anak akan dipanggil dengan nama ayahnya, misalnya : ‘fulan bin fulan’ bukan dengan nama ibunya ‘fulan bin fulanah’. Dan dalam (QS. Al-Ahzab) Allah SWT. berfirman :

“Panggillah mereka dengan (memakai nama bapak-bapak mereka.”

Dan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW. bersabda :

“Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak dihari kiamat, maka akan dikibarkan bendera bagi setiap penghianat, lalu dikatakan ; “Ini adalah bendera si fulan bin fulan.” (HR. Musim)

Berita Terkait

Lucu, Anak Baru Lahir Ini Diberi Nama ‘Pajero Sport’ Lucu, Anak Baru Lahir Ini Diberi Nama ‘Pajero Sport’
Nama Mempengaruhi Nasib Seseorang, Percayakah? Nama Mempengaruhi Nasib Seseorang, Percayakah?
Mungkin Ini Orang Degan Nama Paling Unik di Dunia Mungkin Ini Orang Degan Nama Paling Unik di Dunia

#Nama Anak #Nama Unik #nama bayi #Makna Nama #Ayah #ayah dan ibu #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar