Cara Efektif Sembuhkan Depresi

Ilustrasi depresi (Shutterstock)

Arah -  Organisasi kesehatan dunia WHO menyebutkan sebanyak 350 juta orang di dunia mengalami depresi. Jumlah itu diperkirakan meningkat pada tahun 2020 dan menjadi gangguan kesehatan peringkat kedua teratas, mengalahkan gangguan jantung koroner dan pembuluh.

Menurut dokter psikiater Shelly Iskandar, depresi dapat disembuhkan dan kembali normal. Shelly menyebutkan terdapat dua cara untuk menangani depresi seseorang yaitu dengan medis dan non medis yang terintegrasi. 

“Sehingga orang yang dengan depresi ini yang paling dibutuhkan adalah didengarkan kalau mau dia cerita. Didampingi, ditemani, itu akan membuat dia merasa tidak sendiri. Prinsipnya orang depresi itu merasa kehilangan. Kita berusaha mengisi kehilangan dia itu apa ,” kata Shelly.

Ia menjelaskan depresi juga dapat disembuhkan dengan mengikuti kegiatan yang positif seperti berkomunitas, menekuni hobi, mengikuti kegiatan keagamaan dan lain sebagainya. Namun apabila tingkat depresi sudah diambang batas, Shelly menganjurkan untuk segera datang ke ahli profesional kesehatan jiwa terdekat dan terpercaya.

Gejala seseorang mengalami depresi sebut Shelly, dapat dilihat dari tiga aspek yaitu secara emosi, kognitif dan fisik. Tiga aspek itu dapat dikategorikan gejala depresi apabila selama dua minggu terakhir terjadi.

“Sedih, cemas, mudah tersinggung (irritable), hilang minat dan putus asa adalah emosi yang menjadi gejala depresi. Sedangkan dari aspek kognitif dapat dilihat gejalanya yaitu sulit konsentrasi, mudah lupa, sulit fokus, lambat berpikir dan ragu - ragu. Terakhir adalah dari kondisi fisik seperti lelah sepanjang hari, mengalami gangguan makan, siklus tidur terganggu, sakit kepala dan nyeri,” ujar Shelly.

Baca Juga: Puan Maharani: Ada Beberapa Tantangan yang Dihadapi Kapolri Baru
Ciuman Yusuf Mansur untuk Seorang Supir Bajaj, Subhanallah...

Seluruh gejala tersebut dapat dipicu oleh peristiwa dalam menjalani kehidupan, dimulai dari perpisahan atau loss of love, kesedihan serta berduka. Sama halnya dengan stressor psikososial perkawinan atau hubungan, akademis pekerjaan atau ekonomi. 

Shelly menambahkan stres kronis disfungsi keluarga dapat pula menjadi pemicu depresi. Sama halnya dengan penggunaan obat - obat tertentu.

“Depresi dapat mempengaruhi pola pikir, perasaan dan perilaku. Penderita depresi sering mengalami kesulitan studi dan pekerjaan, kehilangan minat dalam melakukan hobi dan mengatur keuangan atau kehidupan,” terang Shelly.

Selain itu, orang dengan depresi juga mengalami kesulitan dalam kehidupan sosial seperti membina pertemanan dan hubungan sosial. Penyebabnya oleh beberapa faktor biologis ketidakseimbangan zat kimia otak dan faktor psikososial.

Trauma psikis, kematian orang terdekat, masalah studi atau pekerjaan atau hubungan sosial menjadi penyebab lahirnya depresi. Seseorang yang mempunyai keluarga dengan depresi, cenderung lebih mudah merasa tertekan pada masa - masa sulit.

“Depresi juga sering ditemukan pada mereka yang mengalami penyakit fisik serius, menahun dan dapat memperburuk kondisi sakitnya,” ucap Shelly./Arie/



Berita Terkait

257 Orang Pelaku Kericuhan Diamankan 257 Orang Pelaku Kericuhan Diamankan
Kenali Tiga Gejala yang Menunjukan Kamu Depresi Kenali Tiga Gejala yang Menunjukan Kamu Depresi
Polisi Sita 18 Kg Sabu-sabu di Kampung Ambon Polisi Sita 18 Kg Sabu-sabu di Kampung Ambon

#Depresi #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar