Samadikun Baru Nyicil Rp 21 M dari Rp 169 M yang Harus Dibayar

Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan) mengawal terpidana korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Samadikun Hartono (kiri) sesaatnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/4) malam. Samadikun merupakan buron sejak 2003 sebagai salah satu penikmat kucuran dana bantuan Bank Indonesia saat krisis moneter 1998 dan telah merugikan negara Rp169 miliar. (Foto: Antara/ M Agung Rajasa)

Arah -  Kejaksaan Agung menyatakan terpidana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono baru mengangsur uang Rp21 miliar dari Rp169 miliar yang harus dibayar oleh dirinya seusai perintah Mahkamah Agung.

"Sekarang dia baru mengangsur Rp21 miliar dari Rp169 miliar. Saya minta pada jajaran pidsus untuk kembali memverifikasinya," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Pihaknya berharap ada itikad baik dari Samadikun Hartono beserta keluarganya untuk membayar kewajiban uang pengganti. "Jangan dicicil kalau punya kemampuan," ucapnya.

Kenapa tidak, kata dia, Samadikun membayar uang secara "cash" karena tidak ada tanggungan lagi.

Terkait apakah akan melakukan perampasan paksa terhadap aset Samadikun, jaksa agung menyatakan pihaknya berusaha sepersuasif mungkin dalam mengembalikan aset negara itu.

"Jangan dianggap di sini kita lemah, kejaksaan tidak pernah dianggap lemah seperti ini," ujarnya seperti dilnsir dari Antara.

Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 28 Mei 2003, memerintahkan Samadikun harus membayar kerugian negara sebesar Rp169,4 miliar dan harus dikurung selama 4 tahun penjara.

Berita Terkait

Kejagung Tidak akan Mengubah Vonis Samadikun Kejagung Tidak akan Mengubah Vonis Samadikun
BIN: Samadikun Hartono Punya 5 Paspor BIN: Samadikun Hartono Punya 5 Paspor
Pemulangan Samadikun Hartono Tunggu Itikad Baik Tiongkok Pemulangan Samadikun Hartono Tunggu Itikad Baik Tiongkok

#Kasus BLBI #koruptor blbi #pengemplang blbi #BLBI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar