Presiden Tegaskan Ini Terkait Memanasnya Tensi Dengan China Akibat Natuna

Foto Presiden Jokowi (Sumber Google)

Arah - Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama yang terkait teritorial negara di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

“Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (06/01).

Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan memanasnya tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dengan China dalam beberapa hari terakhir lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di Perairan Natuna hingga saat ini.

Kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

Sementara TNI sudah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan Perairan Natuna, Kepulauan Riau, hingga Senin (6/1).

Baca Juga: Begini Harapan Baru Polisi ke Novel Baswedan
Majelis Ulama Indonesia Bangun Rumah Sakit di Tepi Barat Palestina

Presiden Jokowi pun mengapresiasi seluruh pernyataan yang disampaikan jajarannya terkait persoalan pelanggaran kedaulatan tersebut.

Pernyataan tersebut mencerminkan ketegasan Pemerintah Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan.

“Saya kira, seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik,” kata Presiden.

Berita Terkait

Bagian NKRI, Warga Menolak Klaim China Atas Perairan Laut Natuna Utara Bagian NKRI, Warga Menolak Klaim China Atas Perairan Laut Natuna Utara
Presiden Jokowi Senang WNI Muslim di China Diperhatikan Presiden Jokowi Senang WNI Muslim di China Diperhatikan
Natuna Memanas, TNI Tidak Mau Terpancing Oleh Provokasi China Natuna Memanas, TNI Tidak Mau Terpancing Oleh Provokasi China

#Presiden Jokowi #China #Natuna #NKRI #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar