Pakar Paru: Angka Kematian Akibat Corona Lebih Rendah Dibanding SARS

Pakar paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan (paling kanan) dan ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Erni Juwita Nelwan (paling kiri) saat memberikan paparan terkait virus corona di Jakarta, Jumat (24/1). (Antara/Muhammad Zulfikar)

Arah -  Pakar paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan mengatakan angka kematian akibat virus corona cukup rendah jika dibandingkan kematian pasien flu burung serta sindrom pernapasan akut berat atau SARS.

Kematian akibat virus corona hingga saat ini berada pada angka sekitar empat persen," kata dia di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Persentase tersebut diperoleh berdasarkan data pasien di Kota Wuhan, Cina yang terinfeksi virus corona mencapai 80-an orang dan tercatat meninggal 25 orang. Angka kematian ini lebih rendah jika dibandingkan kematian akibat flu burung di Indonesia yang mencapai 87 persen dari total pasien dan penyakit SARS di atas 60 persen dengan ribuan orang tercatat meninggal dunia.

"Jadi berita baiknya yakni virus corona itu bisa diidentifikasi dan angka atau tingkat kematian yang diakibatkan cukup rendah," katanya.

Fakta lainnya, 90 persen pasien terinfeksi virus corona bisa pulang dan hanya menjalani rawat jalan dengan menangani penyebab yang muncul dari sakit tersebut.

Sementara itu, ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Erni Juwita Nelwan mengatakan penyebaran virus corona saat ini berkaitan dengan perjalanan yang dilakukan pasien dalam dua minggu hingga satu bulan terakhir.

"Jadi harus curiga dengan riwayat perjalanan serta kontak hubungannya. Bisa jadi pasien yang terinfeksi sempat mengalami kontak dengan orang yang berasal dari Wuhan secara tidak sadar," katanya.

Dia mengatakan riwayat kontak dengan Kota Wuhan ini penting untuk diketahui sebab virus corona itu kluster serta penyebarannya bisa terlihat jelas.

Baca Juga: Ade Rai Bongkar Tips Turunkan Berat Badan Tanpa Menyiksa Ala Aria Permana
Terungkap, Ini Alasan Kenapa Ikan Wajib Dihidangkan Saat Perayaan Imlek

Sebagai contoh, terjadi di Bali yang notabene dikunjungi banyak turis asing. Beberapa waktu terakhir terdapat dua atau tiga orang terinfeksi pneumonia berat dan sampelnya telah diperiksa.

"Alhamdulillah tidak ada yang positif dan saat ini pasien masih dalam tahap observasi atau pemantauan," katanya.(ant)

Berita Terkait

Virus Corona Gemparkan Dunia, Warga Jakarta Diminta Waspada Virus Corona Gemparkan Dunia, Warga Jakarta Diminta Waspada
Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Minggu Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Minggu
Keren, Relawan Kebersihan di Reuni 212 Kumpulkan Sampah di Monas Keren, Relawan Kebersihan di Reuni 212 Kumpulkan Sampah di Monas

#Virus Corona #Flu Burung #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar