Ini Dia Daftar Negara Pemasok Narkoba ke Indonesia

Ilustrasi: Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, memberikan keterangan kepada wartawan, usai menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, Rabu (1/6). Freddy Budiman menyatakan siap menjalani eksekusi mati, apabila permohonan Peninjauan Kembali ditolak Mahkamah Agung. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Arah - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai baru saja mengungkap penyelundupan sabu seberat 33 kg yang dimasukkan ke dalam kotak besi tebal seberat 800 kg pada hari Rabu (22/6) malam.

Pengiriman sabu tersebut berasal dari Tiongkok yang dikirim melalui jalur laut.

Terkait temuan itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, ada beberapa sindikat narkoba internasional yang saat ini beroperasi di Indonesia.

"Sindikat di Indonesia itu dari Afrika Barat, Iran, Eropa, namun yang paling aktif adalah Indo Cina," ujar Arman Depari kepada wartawan.

Ia melanjutkan, bahwa Indo Cina yang saat ini memegang kendali peredaran bisnis narkoba di negara Indonesia.

"Sindikat itu lah yang banyak melakukan aktivitasnya dalam mengendalikan bisnis narkoba, seperti yang ini juga dari sana. Desainnya juga matang untuk penyelundupannya," tambah Arman.

Diberitakan sebelumnya, pihak BNN bersama Bea Cukai berhasil mengungkap operasi penyelundupan sabu sebesar 33 kg melalui kotak besi tebal.

Penyeludupan tersebut disebut-sebut mempunyai keterkaitan dengan jaringan terpidana mati Freddy Budiman. (Wildan)

Berita Terkait

Ini Pesan Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi Mati Ini Pesan Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi Mati
Kelompok Freddy Budiman Masih Kendalikan Narkoba dari Lapas Kelompok Freddy Budiman Masih Kendalikan Narkoba dari Lapas
Terungkap, Penyelundupan Narkoba di Pabrik Mi Instan di Ancol Terungkap, Penyelundupan Narkoba di Pabrik Mi Instan di Ancol

#Bandar Narkoba #Perangi Narkoba #Perang Narkoba #Indonesia Darurat Narkoba #jaringan narkoba lapas #peredaran narkoba #Freddy Budiman #Penyelundupan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar