Lebaran, Perundingan Perang Saudara Dihentikan Dua Pekan

Orang-orang membawa bendera nasional Yaman dalam upacara peringatan Hari Penyatuan Yaman di Sanaa, Minggu (22/5). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed al-Sayaghi)

Arah - Perundingan perdamaian yang difasilitasi PBB dengan tujuan mengakhiri perang saudara di Yaman secara resmi dihentikan di Kuwait pada Rabu (29/6) dan akan dilanjutkan pada pertengahan Juli.

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahemd secara resmi mengumumkan di dalam pernyataan singkat yang dipasting di Twitter bahwa perundingan antara pemerintah yang diakui masyarakat intenasional dan kelompok Syiah Al-Houthi dihentikan selama dua pekan.

"Pembicaraan akan memasuki tahap baru dalam dua pekan ke depan. Semua delegasi akan bertemu pemimpin mereka dalam dua pekan ke depan dan akan kembali ke Kuwait pada 15 Juli," tuturnya.

Sebagaimana dikutip Xinhua—yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang (30/6), ia menambahkan, "Semua delegasi harus kembali dengan langkah praktis berdasarkan rekomendasi pembahasan sebelumnya yang telah mereka adakan di Kuwait."

Pengamat politik menyatakan pembicaraan perdamaian yang diperantarai PBB dan diluncurkan di Kota Kuwait pada 11 April gagal mencapai terobosan nyata setelah dua bulan perundingan.

Delegasi pemerintah dengan keras mendesak bahwa mereka mewakili pemerintah sah tunggal di Yaman, dan menyerukan penerapan penuh Resolusi 2216 Dewan Keamanan PBB.

Resolusi tersebut memerintahkan anggota milisi Al-Houthi mundur dari Sana'a dan semua kota besar lain yang diduduki sebelumnya, menyerahkan senjata dan membebaskan tahanan politik sebelum pembentukan pemerintah baru peralihan dengan pembagian kekuasaan.

Namun, milisi Al-Houthi dan sekutu mereka menyatakan mewakili penguasa de fakto Yaman dan mendesak pembentukan pemerintah peralihan baru sebelum pembahasan penarikan dari kota besar serta topik lain.

Pemimpin tinggi Al-Houthi juga telah kembali mengonfirmasi tuntutan mereka bagi presiden konsensus untuk memimpin peralihan dalam setiap kesepakatan perdamaian.

Tapi delegasi pemerintah dengan tegas telah menolak dan berkeras mengenai penerapan resolusi PBB lebih dulu.

Dalam beberapa hari belakangan, pertempuran meningkat di seluruh provinsi yang dilanda pertempuran di negeri itu, sehingga puluhan orang tewas dan banyak orang lagi cedera dari kedua pihak.

Perang saudara telah menarik koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015, dalam reaksi atas seruan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk memulihkan pemerintahnya yang diakui masyarakat internasionaldi Sana'a.

Perang saudara telah menewaskan lebih dari 6.000 orang, separuh dari mereka warga sipil, melukai lebih dari 35.000 orang lagi, dan membuat dua juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka, demikian keterangan lembaga bantuan kemanusiaan.

Konflik Yaman meletus setelah protes rakyat pada 2011yang menuntut diakhirinya 33 tahun kekuasaan presiden saat itu Ali Abdullah Saleh.

Berita Terkait

Israel Main Klaim Tanah Ini, PBB Menolak Israel Main Klaim Tanah Ini, PBB Menolak
Microsoft: Tak Ada Peluru Perak Hentikan Teroris Gunakan Internet Microsoft: Tak Ada Peluru Perak Hentikan Teroris Gunakan Internet
PBB: Orang dengan Albino Beresiko 'Punah' di Malawi PBB: Orang dengan Albino Beresiko 'Punah' di Malawi

#PBB #Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) #Yaman #konflik #Daerah Konflik

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar