2020, Minoritas Orang Yahudi Diprediksi Perintah Orang Palestina

Ilustrasi: Seorang anak perempuan Palestina berdoa di depan "Dome of the Rock". (ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad)

Arah - Seorang pejabat senior Palestina pada Rabu (29/6) mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat buat Israel untuk mendukung penyelesaian dua-negara, yang akan menyaksikan negara Yahudi secara resmi mengakui Negara Palestina dengan perbatasan 1967.

"Penyelesaian dua-negara adalah kondisi yang saling menguntungkan bahkan sekalipun itu adalah kompromi bersejarah atas nama Palestina," kata Penasehat Senior Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengenai Perundingan, Mohammed Shtayyeh, kepada wartawan di Markas PBB di Jenewa.

"Hari ini adalah saat untuk menyelamatkan penyelesaian dua-negara, sebab besok Israel akan mendapati dirinya dalam model Afrika Selatan," ia menambahkan.

Shtayyeh memproyeksikan bahwa sampai 2020 orang Palestina akan berjumlah 53 persen dari penduduk di Palestina, sehingga membuat Israel negara apartheid de fakto--yaitu minoritas Yahudi memerintah mayoritas orang Palestina.

Mengingat demografik wilayah tersebut dan konsensus internasional yang meningkat bagi penyelesaian dua-negara, Shtayyeh kembali menyampaikan dukungannya buat gagasan Prancis.

Gagasan itu mengenai penyelenggaraan konferensi internasional bagi perdamaian di Timur Tengah dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan penyelesaian guna mengakhiri beberapa dasawarsa konflik.

"Cara kami memandang gagasan Prancis adalah koalisi melawan pendudukan," kata Shtayyeh, sebagaimana dikutip Xinhua—yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis sore.

"Kami memerlukan waktu 50 tahun untuk sampai ke satu situasi tempat konsensus internasional muncul mengenai dua negara."

Dengan bergerak dari sistem bilateral, yang diperantarai Amerika Serikat ke sistem perundingan banyak pihak, Shtayyeh berharap perubahan paradigma itu akan mengarah kepada internasionalisasi penyelesaian.

"Gagasan Prancis adalah terobosan terhadap monopoli Amerika sebagai penggembala proses tersebut," katanya.

Ia juga menyerukan pada Presiden AS Barack Obama agar mengakui Negara Palestina sebelum ia meninggalkan jabatan pada awal tahun depan.

Berita Terkait

Ketegangan Meningkat di Sepanjang Perbatasan Jalur Gaza-Israel Ketegangan Meningkat di Sepanjang Perbatasan Jalur Gaza-Israel
Ditolak Israel, Menlu RI Temui Palestina di Jordania Ditolak Israel, Menlu RI Temui Palestina di Jordania
Inggris Kutuk Tindakan Israel Perluas Permukiman di Tepi Barat   Inggris Kutuk Tindakan Israel Perluas Permukiman di Tepi Barat

#Peduli Palestina #Israel-Palestina #Konflik Palestina-Israel #kemerdekaan palestina #palestina #Militan Palestina

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar