Kasus Vaksin Palsu, LPSK Dorong Pihak RS Proaktif Beri Kesaksian

Ilustrasi Vaksin. (Foto: foter.com)

Arah - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendorong pihak rumah sakit atau klinik yang diduga menjadi lokasi peredaran vaksin palsu untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Tindakan tersebut dapat mempermudah aparat penegak hukum dalam membongkar kasus ini, termasuk siapa saja yang terlibat.

"Untuk membongkar praktik ini, diperlukan kesaksian dari orang-orang di lingkungan klinik atau rumah sakit. Dengan demikian akan terlihat siapa saja yang terlibat, apakah perawat, dokter ataukah manajemen rumah sakit, turut terlibat dalam upaya peredaran vaksin palsu kepada masyarakat," kata Semendawai.

LPSK siap melindungi saksi yang beritikad baik memberikan kesaksiannya guna membantu aparat membongkar kejahatan yang mengancam kehidupan generasi muda Indonesia.

"Sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK melindungi saksi, pelapor dan saksi pelaku tindak pidana," kata dia seperti dilansir antara.

Saksi menurut UU Perlindungan Saksi dan Korban adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penegakan hukum tentang tindak pidana yang dialaminya sendiri. Sedangkan pelapor adalah orang yang memberikan keterangan tentang pidana yang akan, sedang maupun telah terjadi.

Sedangkan saksi pelaku merupakan tersangka, terdakwa atau terpidana yang mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap tindak pidana dalam kasus yang sama.

"Pemberitaan di media menyebut salah satu dokter siap membongkar para pengguna vaksin palsu lainnya. Kalau benar, hal ini harus diapresiasi karena dapat membantu polisi mengusut tuntas kasus itu," kata dia.

Berita Terkait

Kasus Vaksin Palsu, Ahok: Belum Tentu RS yang Bermain Kasus Vaksin Palsu, Ahok: Belum Tentu RS yang Bermain
Vaksin Palsu Momentum Perbaiki Tata Kelola Industri Farmasi Vaksin Palsu Momentum Perbaiki Tata Kelola Industri Farmasi
Produsen Vaksin Palsu Raup Untung 25 Juta per Minggu Produsen Vaksin Palsu Raup Untung 25 Juta per Minggu

#vaksin anak #Vaksin Palsu #vaksinasi #vaksin

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar