Komisi IX DPR Segera Putuskan Panja Atau Pansus Vaksin Palsu

Rumah Sakit Bunda Harapan, Jakarta Timur membuka posko pengaduan terhadap korban vaksin palsu, Senin (18/7/2016)

Arah - Komisi IX DPR mendorong pemerintah membentuk crisis center terkait kasus vaksin palsu agar masyarakat dapat menerima informasi dengan jelas. Selain itu Komisi IX akan menggelar rapat internal untuk memutuskan akan membentuk Pansus atau Panja Vaksin Palsu.

"Hari ini akan rapat intern untuk menentukan Panja atau Pansus. Kalo Pansus kan melibatkan lintas komisi, kalo Panja hanya Komisi IX bersama stakeholder terkait dan waktunya tentu lebih pendek dan bisa segera menangani fenomena vaksin palsu sekarang," ujar Wakil Ketua Komisi IX Ermalena saat dihubungi arah.com, Rabu (20/7/2016).

Dikatakan politisi PPP itu, sebenarnya tanpa membentuk Panja atau Pansus, DPR telah melakukan fungsi pengawasan. Namun untuk persoalan vaksin palsu, dia menilai perlu dibentuk Panja atau Pansus.

"Tanpa membentuk tim pengawas pun kerja DPR sudah mengawasi namun sekarang ini bentuk pengawasannya akan dibentuk Panja" tambahnya.

Terkait perlunya crisis center, Ermalena mengatakan bisa menjadi sumber informasi yang jelas bagi masyarakat.

"Karena informasi yang simpang siur kami mendorong pemerintah untuk adanya Crisis Center agar tidak ada keragu-raguan informasi," ungkapnya. (Haryanto)

Berita Terkait

Aksi Tuntut Penanganan Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda Aksi Tuntut Penanganan Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda
Komisi IX DPR Berniat Bentuk Panja Atau Pansus Vaksin Palsu Komisi IX DPR Berniat Bentuk Panja Atau Pansus Vaksin Palsu
Produsen Vaksin Palsu Raup Untung 25 Juta per Minggu Produsen Vaksin Palsu Raup Untung 25 Juta per Minggu

#Korban Vaksin Palsu #vaksin anak #Vaksin Palsu #vaksinasi #vaksin

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar