Orang Tua Korban Vaksin Palsu ‘Ngamuk’ di KPAI

Aliansi Orang Tua Korban Vaksin Palsu berunjuk rasa di Rumah Sakit Bunda Harapan, Jakarta Timur, Rabu (20/7/2016). (arah.com/Dani Hermansyah)

Arah -  Belasan orang tua yang anaknya menjadi korban vaksin palsu hari ini mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta. Mereka yang terdiri dari pasien Rumah Sakit Harapan Bunda menyambangi KPAI untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kesehatan anak-anaknya yang dicurigai sudah terkena oleh vaksin palsu di rumah sakit tersebut.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Ketua KPAI Asrorun Ni'am itu, ada salah satu orang tua anak bernama Yusuf sempat mengamuk. Dia marah-marah lantaran tidak terima jika anaknya terkena oleh vaksin palsu.

Bahkan, Yusuf sempat menggebrak meja saat menyampaikan kegelisahannya. Menurut dia, vaksin palsu merupakan racun yang bisa membahayakan keberlangsungan hidup bagi anak-anaknya di masa depan.

"Yang imunisasi rutin aja masih bisa sakit, lah ini malah dikasih vaksin palsu. Ada dokter yang bilang vaksin palsu itu aman, gila ini dokter sekolah dimana, itu racun yang dimasukin ke tubuh bayi" katanya, Kamis (21/7).

Yusuf yang rutin memberikan vaksin untuk anaknya di Rumah Sakit Bunda itu juga menuntut pertanggung jawaban yang serius dari pihak rumah sakit dan pemerintah.

"Saya sekali vaksin ngeluarin uang Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta lalu bagaimana tanggung jawab rumah sakit, ini racun masuk ke tubuh anak kami. Pemerintah juga harusnya bertanggung jawab, Presiden Jokowi kok jawabannya malah disuruh harus ke Puskesmas, itu bukan solusi. Kami minta pertanggung jawaban, bukan cuma disuruh ke puskesmas," tuturnya.

Sementara itu menurut Ketua KPAI Asrorun Ni'am, tersebarnya vaksin palsu di beberapa wilayah di Indonesia merupakan sebuah bentuk penistaan terhadap hak hidup anak.

"Soal vaksin palsu bukan hanya pemalsuan semata, tetapi disitu ada ancaman kelangsungan hidup dan kelangsungan keberlanjutan dan tumbuh kembang anak yang harus dijamin negara. Kalau disitu ada pemalsuan terlebih mengancam kehidupan anak maka itu penistaan terhadap hak-hak dasar anak," kata Asrorun.

Asrorun juga mengatakan bahwa KPAI akan membantu proses mediasi antara pihak rumah sakit beserta orang tua korban dengan membentuk tim mediator.

‎"Langkah yang dilakukan KPAI secara langsung tadi saya instruksikan kepada komisioner bidang kesehatan sebagai mediator. Sore hari ini juga dilayangkan surat pemanggilan ke manajemen rumah sakit agar hadir di KPAI sebagai langkah pertama mediasi dengan keluarga korban" tuturnya. (Ridho Fauzan)

Berita Terkait

Komisi IX DPR Segera Putuskan Panja Atau Pansus Vaksin Palsu Komisi IX DPR Segera Putuskan Panja Atau Pansus Vaksin Palsu
Awas ! Vaksin Palsu Beredar di Masyarakat Awas ! Vaksin Palsu Beredar di Masyarakat
Terkait Vaksin Palsu, Polisi Tetapkan 3 Dokter Sebagai Tersangka Terkait Vaksin Palsu, Polisi Tetapkan 3 Dokter Sebagai Tersangka

#Korban Vaksin Palsu #vaksin anak #Vaksin Palsu #vaksinasi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar