Kejagung Mulai Sidik Kasus Vaksin Palsu

Ilustrasi: Aktifitas pelayanan di posko pengaduan vaksin Rumah Sakit Hosana Medica, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/7). Satgas penanganan vaksin palsu dari Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan terkait peredaran vaksin palsu di RS tersebut yang berlangsung secara tertutup selama sembilan jam dengan menyatakan belum ada hasil karena masih dalam tahap evaluasi. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Arah -  Kejaksaan Agung mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pembuatan dan praktik peredaran vaksin palsu dari Bareskrim Polri.

"Kalau berkasnya kita belum menerima, baru SPDP," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Dalam SPDP itu, kata dia, ada nama sejumlah tersangka. "Dari informasi JAM Pidum (Pidana Umum), baru ada SPDP saja," katanya.

Penyidik Bareskrim Polri telah menyelesaikan berkas perkara 23 tersangka kasus pembuatan dan praktik peredaran vaksin palsu, serta segera diserahkan ke Kejaksaan Agung.

"Dari 23 tersangka itu, berkasnya kami pisah menjadi empat dan akan segera dikirimkan ke Kejaksaan Agung," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, empat berkas itu dipisah berdasarkan peta jaringan produsen vaksin palsu seperti dikutip dari antara.

Dalam kasus ini, diketahui ada empat komplotan pembuat vaksin palsu yakni tersangka P (ditangkap di Puri Hijau Bintaro), tersangka HS (ditangkap di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur), tersangka H dan istrinya R (ditangkap di Kemang Regency) serta tersangka M dan T (ditangkap di Semarang).

Agung menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Semoga berkasnya bisa segera dinyatakan lengkap (P21) lalu segera tahap dua sehingga bisa disidangkan," katanya.

Sejauh ini penyidik Bareskrim telah menetapkan 23 tersangka dalam kasus tersebut. Kendati demikian hanya 20 orang yang ditahan di Rutan Bareskrim. Sementara tiga orang lainnya tidak ditahan karena masih berusia dibawah umur dan memiliki anak kecil yang perlu dirawat.

Berita Terkait

Orang Tua Korban Vaksin Palsu ‘Ngamuk’ di KPAI Orang Tua Korban Vaksin Palsu ‘Ngamuk’ di KPAI
KPAI Bakal Surati RS Harapan Bunda Soal Vaksin Palsu KPAI Bakal Surati RS Harapan Bunda Soal Vaksin Palsu
Komisi IX DPR Segera Putuskan Panja Atau Pansus Vaksin Palsu Komisi IX DPR Segera Putuskan Panja Atau Pansus Vaksin Palsu

#Korban Vaksin Palsu #vaksin anak #Vaksin Palsu

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar