BPOM Sarankan Pintu Distribusi Vaksin Satu Pintu

Rumah Sakit Bunda Harapan, Jakarta Timur membuka posko pengaduan terhadap korban vaksin palsu, Senin (18/7/2016)

Arah - Direktur Pengawasan Distribusi Badan POM Arustiyono mengakui mengalami kendala dalam mencegah beredarnya vaksin palsu yang diketahui berjalan sejal Juni 2016.

Arustiyono mengatakan faktor penyebab masuknya vaksin palsu pada lembaga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit adalah dari banyaknya pintu masuk distribusi ilegal.

"Kalau pengadaan obat vaksin di klinik atau rumah sakit banyak pintu banyak jendela tentu saja tidak bisa dikendalikan," ujar Direktur Pengawasan Distribusi Badan POM Arustiyono dalam acara diskusi Polri, di Kopi Boutique Jalan Pangeran Antasari 36, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan bahwa Industri farmasi tidak di izinkan memproduksi vaksin sebelum memiliki sertifikat cara produksi obat yang baik (CPOB).

"Sistem regulasi dalam menjaga kualitas obat diawasi oleh Badan POM. Kita mengevaluasi protokol uji klinik. Kalau sudah di setujui BPOM kemudian industri farmasi itu mengajukan surat ijin edar,".

"Kami punya tim ahli yang yang menyatakan vaksin boleh beredar jika BPOM mengeluarkan  nomor ijin edar. Setelah itu ijin edar keluar baru produsen farmasi boleh beroperasi," terangnya.

Badan POM secara tegas menghimbau kepada seluruh rumah sakit dan klinik kesehatan agar cermat dalam memilih distributor vaksin untuk meminimalisir masuknya vaksin palsu kembali.

"BPOM menyarankan agar pengadaan vaksin di kontrol melalui kualifikasi pemasok dari satu pintu. Jika ini tidak dilakukan dengan benar ini kemungkinan besar bisa diaiaipi vaksin palsu," ujarnya. (Restu)

Berita Terkait

Siapakah Penny Kusumastuti, Ketua BPOM yang Baru? Siapakah Penny Kusumastuti, Ketua BPOM yang Baru?
BPOM: Pengedar Bihun 'Bikini' Terancam Denda Rp4 Miliar BPOM: Pengedar Bihun 'Bikini' Terancam Denda Rp4 Miliar
Polisi Musnahkan Cokelat 'Toblerone' di Jakarta Selatan Polisi Musnahkan Cokelat 'Toblerone' di Jakarta Selatan

#Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) #BPOM #vaksin anak

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar