Mensos: 'E-warung' Permudah Masyarakat Akses Bantuan Sosial

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (kanan), Dirut BNI Achmad Baiquni (ketiga kiri), Dirut BTN Maryono (kedua kiri) dan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (kiri) meluncurkan Pilot Project Penyaluran Bantuan Sosial. Dengan KKS tersebut masyarakat bisa menabung di e-warong (e-warung gotong royong). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Arah -  Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa berharap pembukaan program layanan Electronic-Warung Gotong Royong (e-Warung) mampu mempermudah akses masyarakat dalam menerima bantuan sosial dari pemerintah.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi proses penjangkauan yang bisa lebih mudah dalam memberikan layanan kepada masyarakat," ujar Menteri Khofifah saat meluncurkan e-Warung, di Johar Baru, Jakarta, Kamis (18/8).

Kementerian Sosial RI selaku inisiator merasa optimistis dengan program layanan tersebut karena telah melalui sejumlah perumusan dan uji coba yang dilakukan dengan baik.

Menteri Khofifah menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian BUMN, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta dukungan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan empat bank BUMN yakin e-Warung akan berdampak positif bagi masyarakat.

"Secara bertahap juga sudah kita uji coba, empat bank BUMN sudah saling terhubung dengan layanan ini," kata Khofifah lagi, sebagaimana dikutip Antara.

Selain mengandalkan jaringan yang saling terkoneksi dari BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BRI, kemudahan akses juga dapat terlihat dari lokasi e-Warung yang sengaja ditempatkan di gang-gang atau di tengah perkampungan masyarakat.

Sebagai "pilot-project", pembukaan e-Warung di Kampung Johar Baru, Jakarta Pusat itu, dinilai mampu memperluas penyaluran bantuan sosial non-tunai untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Khofifah menegaskan, "e-Warung" dinilai mampu meningkatkan jumlah bantuan sosial yang disalurkan secara non-tunai.

Bantuan PKH, kata dia, memang tahun ini baru 612 ribu masyarakat sasaran yang menerima secara non-tunai.

Namun, pada awal 2017, seiring dengan pemutakhiran teknologi dan perluasan infrastruktur diharapkan enam juta masyarakat penerima bantuan PKH dapat memperoleh secara non-tunai.

"Ini bagian agar amankan bansos tepat sasaran, sampai di tangan penerima. Tidak boleh lagi bansos untuk beli rokok atau barang yang bukan pokok," ujarnya pula.

Berita Terkait

Mensos: Antar Anak Sekolah Bukan Alasan Cuti Mensos: Antar Anak Sekolah Bukan Alasan Cuti
Beredar Kartu BPJS Palsu, Mensos: Ini karena Minim Sosialisasi Beredar Kartu BPJS Palsu, Mensos: Ini karena Minim Sosialisasi
'Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang', Ini Tujuannya 'Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang', Ini Tujuannya

#Khofifah Indar Parawansa #Menteri Sosial #Kementerian Sosial #bantuan kemanusiaan #Bantuan Sosial

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar