Kemenag Berharap Calhaj Indonesia di Filipina Dideportasi

Ilustrasi: Jamaah calon haji kloter satu asal Kabupaten Garut tiba di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, di Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/8). Sebanyak 450 calon haji dari kloter satu asal Kabupaten Garut, Jawa Barat tiba di asrama haji itu untuk mendapat pembekalan bimbingan ibadah haji dan selanjutnya akan diberangkatkan ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Selasa (9/8). (Foto: Antara/Risky Andrianto)

Arah - Kementerian Agama berharap jamaah calon haji Indonesia yang menggunakan paspor Filipina agar segera dideportasi.

Hal itu dikatakan Sekretaris Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Khasan Faozi di kantornya di Jakarta, Selasa (23/8/2016). Khasan mengatakan pendeportasian calhaj ilegal itu dapat mempermudah proses penelusuran kasus paspor Filipina ilegal.

Diberitakan, terdapat 177 anggota calhaj Indonesia menggunakan paspor Filipina ilegal. Diduga, terdapat oknum yang menawarkan jasa dapat memberangkatkan jamaah asal Indonesia lebih cepat memakai kuota haji Filipina, dibanding menggunakan kuota Indonesia yang lebih lama daftar antreannya.

Upaya penggelapan identitas itu terendus otoritas Filipina dan membuat calhaj Indonesia itu harus ditahan di Camp Bagong Diwa, Taguig City, pinggiran Manila.

Maka dari itu, kata Khasan, selama calhaj ilegal itu masih ditahan di Filipina maka proses penelusuran pihak yang terlibat dalam kasus paspor ilegal belum dapat dilakukan. Proses penelusuran termasuk menelisik kemungkinan adanya keterlibatan penyelenggara ibadah haji khusus Indonesia yang resmi dalam proses pemberangkatan calhaj lewat Filipina.

Sejauh ini, kata dia, Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan lembaga terkait untuk mendorong proses negosiasi Indonesia dengan Filipina agar jamaah bermasalah itu sesegera mungkin dideportasi.

Pgs Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama Syafrizal Syofyan mengatakan tempat penampungan 177 calhaj Indonesia berpaspor Filipina ilegal tidak layak huni meski berada di dekat lokasi tahanan.

Kemenag, kata dia, bekerja sama dengan Kemenlu agar para tahanan tersebut dapat dipindahkan di fasilitas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, Filipina sehingga memperoleh fasilitas layak.

Berita Terkait

Kemenag Tidak Bisa Menindak Biro Haji Ilegal Kemenag Tidak Bisa Menindak Biro Haji Ilegal
Merasa Tak Diurus, Keluarga Korban Crane Mekah Tanyakan Santunan Merasa Tak Diurus, Keluarga Korban Crane Mekah Tanyakan Santunan
Kisah Dua Pengemis Yang Bisa Naik Haji Ke Tanah Suci Kisah Dua Pengemis Yang Bisa Naik Haji Ke Tanah Suci

#Pergi haji #Jamaah Haji #Ibadah Haji #haji

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar