FOTO: Bilal di Rusun Marunda

Arah - Hari masih gelap, langkah tenang mengayun perlahan menuruni anak tangga di rumah susun Marunda, Jakarta Utara.

Berpeci juga sarung, ia mendekat ke Masjid Al Hijrah untuk menyeru kepada umat, sebagai penanda waktu salat Subuh, tiba.

Tohirin, namanya, pria 45 tahun kelahiran Boyolali, Jawa Tengah ini, setia menjalankan tugas mulianya sebagai muazin di Masjid Al Hijrah, masjid yang baru aktif sejak Januari 2016 lalu, usai diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Al-Hijrah, yang berarti meninggalkan kampung halaman menuju kampung lainnya, memang menjadi gambaran akan kisah penghuni rumah susun Marunda yang sebelumnya adalah warga Muara Baru yang terkena musibah dan harus hijrah akibat banjir besar di tahun 2012 silam yang melanda Jakarta untuk direlokasi.

"Biasanya menjelang Subuh saya yang salawatan di masjid, kalau bukan saya engga ada yang mengisi salawatan, tapi baru-baru ini sudah ada remaja masjid yang aktif," ujar pria satu anak ini.

Memulai hidup di tempat yang baru, Tohirin juga berganti pekerjaan yang sebelumnya sebagai tukang ojek, kini ia menjadi petugas kebersihan di kawasan pabrik yang bernama Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

"Setiap hari berangkat jam setengah 6, mulai kerjanya jam 7, pulang jam 4, kelihatannya sih kerjaannya gampang tapi kalau kita ada salah sedikit itu bahaya. Mas, bisa langsung dipecat." ucapnya sambil tersenyum. (Foto dan Teks: Ridho Fauzan)

Berita Terkait

Lima Aktivitas Bersama Keluarga yang Hanya Ada di Ramadhan Lima Aktivitas Bersama Keluarga yang Hanya Ada di Ramadhan
Ini Alasannya Kenapa Kita Harus Sahur Sebelum Puasa Ini Alasannya Kenapa Kita Harus Sahur Sebelum Puasa
Jelang Ramadan, Polres Jaksel Amankan 5 Kg Ganja Jelang Ramadan, Polres Jaksel Amankan 5 Kg Ganja

#arahramadan #Muara Baru #Muazin #Rusun Marunda #Ramadan 1437 H #Pengurus masjid

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar