Nginap di Hotel Ini dan Rasakan Hidup di Bawah Pendudukan Israel

Arah - Para tamu mulai berdatangan di The Walled Off, nama sebuah Hotel di Bethlehem pada hari Senin. Hotel unik yang diciptakan oleh seniman jalanan Inggris, Banksy, berdiri beberapa meter dari penghalang keamanan Israel yang menjulang di Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel.

Hotel tiga lantai dengan restoran ini, dihiasi seperti clubhouse bergaya kolonial Inggris dengan karya-karya ironis oleh seniman Banksy yang menutupi dinding. Hotel ini diresmikan dua minggu lalu tapi baru sekarang dibuka untuk menginap.

Baca Juga: Negara Ini Geser Posisi Denmark Sebagai Negara Paling Bahagia
'Serbuan' Hijab Chechnya di Istana Tsar Moskow

Ada 10 kamar, mulai dari anggaran murah bergaya barak tentara untuk backpackers hingga presidential suite yang bisa untuk enam orang. Tapi, tak satu pun dari kamar ini memiliki pandangan luas. Pengelihatan keluar hanya berjarak lima meter ke dinding beton grafiti pada pemukiman ilegal Israel.

Seniman jalanan yang misterius ini berbasis di Bristol, telah menjadi fenomena global selama satu dekade namun identitasnya sangat dirahasiakan, meski dijelaskan sebagai memiliki hotel tersebut.

"Saya datang karena saya mendengar Banksy membuka hotel baru dan saya ingin tahu," kata salah satu pengunjung yang datang dari Melbourne, Australia.

"Hotel dengan pandangan terburuk, itu cukup menarik. Ini unik."

Manajer Wissam Salsa, yang merahasiakan proyek selama lebih dari satu tahun hingga bangunan selesai dan staf lokal dilatih, mengatakan hotel telah penuh dan telah dipesan hingga Juni.

"Kami mengharapkan 18 tamu tiba sore ini dari berbagai belahan dunia, dari Inggris, Amerika Serikat, Swiss, Swedia, Australia dan Finlandia," katanya.

Walikota Bethlehem mengatakan bahwa kota tempat Yesus dilahirkan sudah menarik sejumlah besar wisatawan ke situs seperti Gereja Nativity dan Hotel Walled Off telah menambahkan dimensi ekstra.

"(Ini) tambahan yang sangat signifikan terhadap entitas Betlehem sebagai kota wisata," kata Walikota Vera Baboun.

"Banksy menempatkan semua lukisannya di hotel, ia memiliki pesan politik yang signifikan," katanya, menunjukkan hal itu akan menarik perhatian pendudukan Israel di Tepi Barat, yang dimulai pada bulan Juni 1967, setelah enam hari perang Timur Tengah.

Partisi kamar tidur dan lorong-lorong yang dihiasi dengan grafiti stensil dari pekerjaan Banksy. Salah satu menggambarkan seorang tentara Israel dan pemuda Palestina bertopeng sedang perang bantal, dan patung simpanse bell-boy berdiri di pintu masuk yang memegang koper.

Berita Terkait

Astaga, Pimpinan MUI Bertemu Presiden Israel Astaga, Pimpinan MUI Bertemu Presiden Israel
Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang
Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya! Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya!

#Jakarta #Banksy #Seniman Jalanan #The Walled Off #palestina #Israel

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar