Zakir Naik, Sang Dokter yang Memilih Jadi Pendakwah

Arah - Ulama kondang Zakir Naik memberikan ceramahnya di Universitas Pendidikan Indonesia, Minggu (2/4/2017).

Lebih dari 10 ribu umat muslim hadir dalam acara itu sementara sebanyak 200 kursi disediakan untuk non-muslim yang ingin mengikuti ceramahnya.

Baca Juga: Terungkap Rahasia Zakir Naik Mampu Hafal Berbagai Kitab
Ceramah Zakir Naik, Ternyata Ada 200 Kursi untuk Non-Muslim

Dalam ceramahanya Zakir Naik mengungkap latar belakang dirinya beralih dari profesi dokter. Menurutya, profesi terbaik bukanlah seorang dokter.

“Saya sebelumnya menjadi seorang dokter. Tetapi saya mempelajari Alquran. Saya menyadari profesi dokter bukanlah yang terbaik,’ kata Zakir di hadapan massa.

Zakir melanjutkan, menurutnya profesi yang terbaik adalah yang saat ini sedang dijalaninya yaitu seorang dai.

“Tapi profesi terbaik adalah menjadi seorang dai. Akhirnya saya berhenti menjadi dokter,” tegasnya.

Zakir juga menyatakan, untuk menjadi dokter dirinya membutuhkan waktu lima hingga enam tahun.

“Saya kemudian sekolah di Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University, universitas yang sama tempat Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar) menuntut ilmu."

Ulama kenamaan asal India, Zakir Naik, akan memberikan ceramah di Universitas Pendidikan Indonesia dengan tema ‘Dakwah or Destruction’ (Dakwah atau Kerusakan), Minggu (2/4/2017).

Bandung menjadi kota pertama dalam rangkaian safari dakwah Zakir di Indonesia. Acara tersebut akan digelar sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Berita Terkait

Usai Gelar Pekara Penista Pancasila, Ini Kelanjutan Status Rizieq Usai Gelar Pekara Penista Pancasila, Ini Kelanjutan Status Rizieq
Jelang Seri Kedua IBL, Siliwangi Bandung Terus Berbenah Jelang Seri Kedua IBL, Siliwangi Bandung Terus Berbenah
Tanggapi Perkara Sukmawati vs Rizieq, ini yang Terbaik Kata Aher Tanggapi Perkara Sukmawati vs Rizieq, ini yang Terbaik Kata Aher

#Bandung #Bandung #dai ternama #India #ulama islam #Zakir Naik

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar